Rabu, 3 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Program PINTAR

Bahas Agenda Besar, Tanoto Foundation Pertemukan Para Stakeholder Kota Semarang

Tanoto Foundation kembali gelar rapat pertemuan dengan para stakeholder Program PINTAR.

Tayang:
Editor: abduh imanulhaq
TANOTO FOUNDATION
Peserta pertemuan pemangku kepentingan Program PINTAR Tanoto Foundation Kota Semarang 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANGTanoto Foundation kembali menggelar pertemuan dengan para stakeholder Program PINTAR.

Kali ini rapat dilakukan bersama para pemangku kepentingan Kota Semarang.

Pertemuan yang diselenggarakan di aula Dinas Pendidikan Kota Semarang tersebut dihadiri Dr. Nurkolis, M.M. (Koordinator Provinsi Tanoto Foundation Jawa Tengah), Wahyu Daryono (Spesialis Monitoring & Evaluasi), Putut Saputro (Government Relationship), Indra Setiawan (District Coordinator), Dr. Muhammad Ahsan, S. Ag, M.Kom. (Kabid Pembinaan SMP), Drs. Hidayatullah Iman Prasetyo (Kabid Pembinaan SD), Fajriah, S.Pd., M.Pd. (Kasi Kurikulum dan Penilaian Bidang SMP), Agus Sutrisno, S.Pd., M.Pd. (Kasi Kurikulum dan Penilaian Bidang SD), Johanes Adhi Nugroho (Bappeda), Retno Dian I. (BPS Kota Semarang) serta Fasilitator Daerah Program PINTAR yang terdiri dari unsur Kepala Sekolah dan Pengawas.

Fajriah memaparkan hasil rapor pendidikan Kota Semarang
Fajriah memaparkan hasil rapor pendidikan Kota Semarang (IST)

Sejak pukul 08.00 hingga 12.00 WIB, dalam pertemuan dibahas dua agenda penting.

Pertama, mengenai rencana perbaikan kerjasama antara Dinas Pendidikan Kota Semarang dan Tanoto Foundation.

Kedua, mengenai rencana perbaikan rapor pendidikan Kota Semarang.

Pembahasan agenda pertama didasari oleh hasil pengukuran dampak program yang telah dilakukan kepada siswa, guru, dan kepala sekolah.

Dari pemaparan hasil evaluasi yang disampaikan oleh Wahyu Daryono, hasil evaluasi gurulah yang perlu mendapat perhatian serius.

Pasalnya, capaian 0 persen masih ada, yakni dalam praktik baik pengajaran Bahasa Indonesia dan IPA.

M. Ahsan mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang membuka kegiatan
M. Ahsan mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang membuka kegiatan (IST)

Masih dalam pembahasan agenda pertama, dilakukan pemaparan kedua oleh Putut Saputro mengenai gambaran umum capaian peningkatan kualitas pendidikan wilayah Jawa Tengah.

Secara umum, Kota Semarang telah mencapai 50 persen dari target yang ada.

Dari capaian tersebut diusulkan pertemuan tim koordinasi secara berkala, koordinasi bersama Dinas Pendidikan dalam mendukung kegiatan KKG/MGMP, serta advokasi dan koordinasi bersama seluruh stakeholder mengenai keberlanjutan dan pengembangan program.

Usulan dan rencana kerja tersebut akan digabungkan dengan rencana dari tiap-tiap kelompok hingga menjadi rencana program kerja semester genap tahun 2022.

Berikutnya mengenai rencana perbaikan hasil rapor pendidikan Kota Semarang.

Usulan rencana perbaikan didasarkan pada hasil rapor pendidikan Kota Semarang.

Fajriah melaporkan 6 poin utama dalam rapor pendidikan, yakni mengenai kemampuan numerasi siswa (SD/MI & SMP/MTs) yang berada di bawah kompetensi minimum, adanya perbedaan pemerataan indeks karakter, indeks kualitas pembelajaran yang sudah terarah, indeks refleksi guru yang aktif, kepemimpinan intruksional yang terarah, dan iklim iklusivitas yang sudah mulai ada.

Dari hasil rapor pendidikan tersebut, diusulkan beberapa kegiatan perbaikan, antara lain pelatihan numerasi kelas awal, perpustakaan digital, dan SIM Ajar, pemerataan pendidikan melalui sistem zonasi, penerapan diseminasi modul pembelajaran dari Tanoto Foundation, serta mewujudkan program sekolah ramah anak dan inklusif.

Fajriah menyatakan dukungannya kepada Tanoto Fondation bila hendak mengadakan program terkait sekolah inklusif.

“Dukungan penuh saya berikan kepada Tanoto Foundation, hanya saja perlu memperhatikan Perda dan Perwal yang sudah ada di Kota Semarang,” ungkap Fajriah.

Senada dengan Fajriah, dukungan juga disampaikan oleh Drs. Hidayatullah I.P.

“Dinas Pendidikan akan sangat mendukung bila Tanoto Foundation memiliki program yang mendukung sekolah ramah anak dan inklusif karena selama ini masih ada sekolah yang yang belum siap menerima anak dengan kebutuhan khusus (ABK), baik dari segi infrastruktur maupun guru. Guru yang ada bukan dari lulusan yang diperuntukkan khusus ABK. Jadi banyak yang kewalahan dalam melayani.”

Tak mau ketinggalan dalam memberikan dukungan, M. Ahsan, juga menyampaikan apresiasi luar biasa kepada Tanoto Foundation yang selalu setia membersamai dalam rangka membangun pendidikan kota Semarang dengan program-program yang touchdown dan terukur.

“Harapan kami, rapor pendidikan ini bisa jadi benchmark kita dalam mengelola pendidikan kota Semarang ke depan,” tutur M. Ahsan mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang yang berhalangan hadir sekaligus membuka kegiatan.

Sementara itu, Johanes Adhi Nugroho menyatakan bahwa usulan diseminasi dapat dilakukan dengan pengajuan kegiatan peningkatan kualitas pembelajaran.

Untuk mendukung rencana kegiatan, penyelenggara dapat melakukan pertukaran data dengan Litbang Bappeda.

“Tentunya, hasil pertemuan ini akan kami laporkan ke Kepala Kantor Kemenag sebagai bahan informasi dan rekomendasi,” tambah Abdul Salim, pengawas Kantor Kementerian Agama Kota Semarang

Rosamaji, M.Pd. (Kepala SDN Sendangmulyo 04) mengusulkan akan lebih efektif bila proses pelatihan Tanoto Foundation juga melibatkan peran pengawas.

Tujuannya agar kehadiran peserta bisa lebih maksimal.

“Dukungan dari banyak pihak kepada Tanoto Foundation sangat berarti bagi suksesnya program yang direncanakan. Semoga kegiatan-kegiatan yang telah disepakati bersama ini mengantarkan Kota Semarang menuju perbaikan kualitas pendidikan yang jauh lebih baik,” ungkap Nurkolis. (*)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved