Guru Berkarya
Kepala Sekolah sebagai Pengembang Kewirausahaan
Kewirausahaan dalam bidang pendidikan yang diperhatikan adalah karakteristiknya, seperti inovatif, bekerja keras, motivasi yang kuat, pantang menyerah
Oleh: Sasmiriyanto SPd, Kepala SDN 3 Kalipang Kec Gabus Kab Grobogan
SALAH satu dimensi kompetensi kepala sekolah adalah kewirausahaan. Dalam hal ini bermakna untuk kepentingan pendidikan yang bersifat sosial, bukan untuk kepentingan bisnis yang mengkomersilkan sekolah. Kewirausahaan dalam bidang pendidikan yang diperhatikan adalah karakteristiknya, seperti inovatif, bekerja keras, motivasi yang kuat, pantang menyerah, kreatif untuk mencari solusi terbaik, dan memiliki naluri kewirausahaan. Semua karakteristik tersebut bermanfaat bagi kepala sekolah dalam mengembangkan, mencapai keberhasilan, melaksanakan tupoksi, menghadapi kendala, dan mengelola kegiatan sekolah sebagai sumber belajar siswa.
Pada Permendiknas No 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah telah ditetapkan sebanyak 5 (lima) dimensi kompetensi Kepala Sekolah. Salah satu dari kelima dimensi itu adalah kompetensi kewirausahaan. Untuk itu perlu dipahami tugas kepala sekolah sebagai pengembang kewirausahaan.
Kewirausahaan adalah kemampuan menciptakan sesuatu yang baru secara kreatif dan inovatif untuk mewujudkan nilai tambah. Kreatif berarti menghasilkan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya. Inovatif berarti memperbaiki, memodifikasi, atau mengembangkan sesuatu yang sudah ada. Nilai tambah berarti memiliki nilai lebih dari sebelumnya.
Tujuan pengembangan kewirausahaan bagi kepala sekolah adalah agar kepala sekolah inovatif, kerja keras, memiliki motivasi kuat, pantang menyerah, dan kreatif dalam mencari solusi terbaik sehingga mampu menjadi contoh bagi warga sekolahnya. Kewirausahaan merujuk pada sifat dan ciri-ciri yang melekat pada individu berkemauan keras untuk mewujudkan dan mengembangkan gagasan kreatif dan inovatif. Jiwa dan sikap kewirausahaan tidak hanya dimiliki oleh usahawan, tetapi juga setiap orang yang berpikir kreatif dan bertindak inovatif.
Ada dua jenis dimensi kewirausahaan. Pertama, kualitas dasar kewirausahaan meliputi kualitas daya pikir, daya hati, dan daya fisik. Kedua, kualitas instrumental kewirausahaan yakni penguasaan lintas disiplin ilmu. Seseorang yang ingin menjadi wirausahawan sukses tidak cukup hanya memiliki kualitas dasar kewirausahaan, tetapi butuh penguasaan disiplin ilmu. Misalnya, seorang kepala sekolah, harus memiliki ilmu pengetahuan yang luas di bidang pekerjaan yang menjadi kewenangan dan tanggung jawabnya.
Untuk menjadi wirausahawan sukses, kepala sekolah harus memiliki tiga kompetensi pokok yaitu pengetahuan, keterampilan, dan sikap kewirausahaan. Ketiga kompetensi tersebut saling berkaitan. Pengetahuan adalah kumpulan informasi yang disimpan di otak dan dapat dipanggil jika dibutuhkan. Keterampilan adalah kemampuan untuk menerapkan pengetahuan. Sikap adalah sekumpulan kualitas karakter yang membentuk kepribadian seseorang.
Ada beberapa tahapan yang harus dilakukan kepala sekolah dalam rangka mengembangkan kewirausahaan. Pertama, melakukan evaluasi diri tentang tingkat kepemilikan kewirausahaan. Berdasarkan hasil evaluasi diri kemudian melaukan berbagai upaya yang disebut belajar. Selanjutnya mempelajari kewirausahaan yang dapat dilakukan melalui berpikir sendiri, membaca, kursus pendek, belajar dari wirausahawan sukses. Dapat juga melalui pengamatan langsung, dialog, mengikuti seminar, menyimak acara-acara kewirausahaan di televisi, dan sebagainya.
Jenis program kewirausahaan yang telah dikembangkan oleh kepala sekolah bersama guru-guru di SD Negeri 3 Kalipang sejak masa pandemi hingga saat ini antara lain pengadaan sarana tempat cuci tangan, handsanitizer, dan pengadaan masker. Terkait pembelajaran, kepala sekolah memberikan motivasi kepada guru-guru untuk berinovasi dengan memanfaatkan berbagai jenis media dan metode pembelajaran selama PJJ maupun PTM terbatas.
Dalam situasi apa pun kepala sekolah tetap memberikan teladan baik dalam hal etika berbicara maupun bertingkah laku serta tetap disiplin dalam menjalankan tugasnya sebagai kepala sekolah. Semua kegiatan berjalan dengan baik melalui kerja tim (teamwork) sekolah. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Sasmiriyanto-SPd-Kepala-SD-Negeri-3-Kalipang-Kec-Gabus-Kab-Grobogan_1.jpg)