Berita Semarang
BI Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Jateng Terus Berlanjut, Investasi Juga Meningkat
Ke depan, rahmat mengungkapkan, pemulihan ekonomi Jateng diperkirakan masih berlanjut dengan didukung percepatan vaksinasi, pandemi covid-19 yang sema
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Perekonomian Jateng pada triwulan I/2022 tumbuh 5,16 persen secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi Nasional sebesar 5,01 persen (yoy).
Namun, pertumbuhan tersebut melambat dibandingkan triwulan sebelumnya, yakni 5,42 persen yoy.
"Meskipun melambat, pertumbuhan positif tersebut mengindikasikan bahwa pemulihan ekonomi Jawa Tengah masih terus berlanjut," kata Kepala Bank Indonesia (BI) Jateng, Rahmat Dwisaputra, dalam keterangan pers, Minggu (15/5).
Dari sisi pengeluaran, menurut dia, sumber pertumbuhan ekonomi Jateng didorong konsumsi Rumah Tangga (RT) dan ekspor luar negeri.
Sementara dari sisi lapangan usaha, sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi ditopang oleh industri pengolahan, pertanian, serta transportasi dan pergudangan.
Ke depan, rahmat mengungkapkan, pemulihan ekonomi Jateng diperkirakan masih berlanjut dengan didukung percepatan vaksinasi, pandemi covid-19 yang semakin terkendali, dan peningkatan mobilitas masyarakat.
Investasi juga diperkirakan meningkat, ditopang oleh investasi pemerintah dan swasta.
"Keunggulan kawasan industri terpadu yang ada diharapkan mampu menarik investor untuk merelokasi industri dan menerapkan investasi teknologi terkini ke Jawa Tengah," terangnya.
Meski demikian, Rahmat berujar, perbaikan ekonomi diperkirakan tidak sekuat perkiraan sebelumnya, disebabkan oleh kenaikan harga energi dan pangan global sebagai dampak eskalasi tensi geopolitik Rusia-Ukraina.
Hal ini menyebabkan permintaan eksternal menjadi lebih rendah, sehingga sumber pemulihan ekonomi di 2022 diperkirakan akan lebih ditopang oleh permintaan domestik.
"Upaya pemulihan ekonomi lebih lanjut memerlukan langkah nyata dan sinergi kebijakan dalam mempertahankan produktivitas sektor-sektor utama dan menjaga iklim investasi agar tetap kondusif," tukasnya. (idy/TRIBUN JATENG CETAK)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/gerbang-masuk-kawasan-kik-kendal.jpg)