Berita Video
Video Waisak Sunyi di Tengah Hutan Kota Bukit Kassapa Semarang
Peringatan Tri Suci Waisak di Kota Semarang tak melulu dilakukan dengan gegap gempita.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Berikut ini video Waisak Sunyi di tengah hutan kota Bukit Kassapa Semarang.
Peringatan Tri Suci Waisak di Kota Semarang tak melulu dilakukan dengan gegap gempita.
Para pemeluk Buddha di Semarang memaknai Waisak dengan kesunyian di Wihara-Sima 2500 Buddha Jayanti.
Wihara tersebut diklaim sebagai Wihara hutan terluas di Indonesia karena lokasinya di hutan kota Bukit Kassapa, Pudakpayung, Banyumanik.
Untuk menuju Wihara tersebut, ratusan umat Buddha yang hendak merayakan Waisak berjalan menelusuri jalan setapak dari rumah pompa PDAM Wungkal Kassapa di Pudakpayung, Banyumanik, Senin (16/5/2022) pagi.
Mereka masing-masing membawa saranapuja berupa bunga, lilin, dupa, dan makan minum berjalan menuju Petilasan Wihara-Sima 2500 Buddha Jayanti yang berjarak sekira setengah kilometer dari rumah pompa PDAM tersebut.
Setiba di lokasi, para umat Buddha segera berkumpul rapi untuk mengikuti puja bakti yang dipimpin Ayu Bastian dan gladhi samadhi dipandu Dr Agung Eko Hertanto, dan diakhiri dengan wilujengan pagas tumpeng Waisak.
Selama puja bakti dan samadhi berlangsung, suasana hutan hening dan sunyi karena letaknya jauh dari pemukiman dan jalan raya.
Saking sunyinya, hanya terdengar kicau burung, gemericik air Sungai Kaligarang, dan gesekan dedaunan pohon yang membuat suasana peringatan detik-detik Tri Suci Waisak 2566 TB/2022 menjadi syahdu.
Umat Buddha dari Wihara Buddha Dipa, Gunungpati, Kardianto mengatakan, peringatan Tri Suci Waisak di hutan kota Bukit Kassapa bagian dari meneladani Sidharta Gotama.
“Sidharta Gotama lahir, mencapai pencerahan sempurna, mengajar pertama, dan wafat di hutan.
Maka kita meneladani kesederhanaan-Nya dalam menjaga jiwa kemanusiaan yang hidup berdampingan dan bergantung pada alam”, ujarnya seperti keterangan tertulis yang diterima Tribunjateng.com, Selasa (17/5/2022).
Kardinato tidak sendiri, ia hadir bersama sekitar hampir 100 orang menikmati sunyi sebagai puncak peringatan detik-detik Waisak yang jatuh pada pukul 11.13.46 WIB.
Selain umat Buddha, turut hadir 11 orang mahasiswa program Studi Agama-Agama dari UIN Walisongo Semarang.
Mereka hadir untuk menyaksikan langsung bagaimana semangat spiritualitas saudara pemeluk Buddha dalam merayakan Waisak.