Berita Solo

Askrindo Dukung UMKM di Surakarta

Askrindo mendukung langkah Pemerintah Daerah Surakarta, Jawa Tengah, guna meningkatkan kualitas UMKM untuk go global.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Direktur Keuangan Askrindo, Liston Simanjuntak (kiri) bersama Deputi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Iskandar Simorangkir (kedua kiri) dan Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka mengunjungi Booth UMKM PT Askrindo pada ajang KUR Festival Fintech 2022, di Solo Technopark 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - PT Asuransi Kredit Indonesia atau Askrindo mendukung langkah Pemerintah Daerah Surakarta, Jawa Tengah, guna meningkatkan kualitas UMKM untuk go global.

Melalui program Penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR), Askrindo berharap semakin banyak UMKM di Surakarta yang mendapatkan kemudahan akses pembiayaan terutama fasilitas KUR dari perbankan.

Dalam kegiatan KUR Fintech Festival yang digelar oleh di wilayah Surakarta ini, Askrindo turut hadir untuk terlibat langsung dalam pameran UMKM tersebut.

Hadir langsung Direktur Keuangan Askrindo, Liston Simanjuntak yang juga memberikan bantuan CSR kepada UMKM batik di Surakarta di kesempatan yang sama.

"Askrindo terus mendukung dan memberi semangat kepada pelaku UMKM untuk bangkit dan memulihkan ekonomi Indonesia, terutama wilayah Surakarta," tegasnya.

Dorongan Askrindo untuk terus membantu UMKM tumbuh juga merupakan bagian dari Pemulihan Ekonomi Nasional yang dicanangkan pemerintah sejak tahun 2020 hingga saat ini.

Sebagai informasi, PT Askrindo Cabang Surakarta telah merealisasikan Penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sejak Januari 2022 hingga April 2022 mencapai Rp. 3,6 Triliun dengan jumlah debitur mencapai 65.809 debitur.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan, Iskandar Simorangki mengatakan, hingga 9 Mei 2022, Penyaluran KUR di wilayah Solo Raya hingga 11 Mei 2022 adalah sebesar Rp 4,28 triliun atau 18 persen dari total penyaluran KUR di Provinsi Jawa Tengah.

Adapun realisasi KUR di Kota Surakarta sendiri telah mencapai Rp 451 miliar.

"UMKM merupakan motor penggerak ekonomi di Indonesia. UMKM juga banyak melahirkan industri-industri kreatif. 99,9 persen kegiatan usaha di Indonesia adalah UMKM. UMKM sendiri menyumbang sebesar 61 persen untuk perekonomian Indonesia. Dalam transaksi digital di ASEAN, Indonesia merupakan negara penyumbang transaksi ekonomi terbesar dibandingkan negara lainnya, yaitu sebesar 42 persen,” kata Iskandar. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved