Berita Nasional

Mengenal Sistem MLFF yang akan Menggantikan Kartu Tol, Disebut Bisa Mengurangi Kemacetan

Multi Lane Free Flow (MLFF) akan menjadi teknlogi yang diterapkan dalam mengakses jalan tol di Indonesia.

Editor: rival al manaf
Iwan Arifianto
Gerbang Tol Kalikangkung Semarang dipadati kendaraan para pemudik yang melakukan arus balik, di Kota Semarang, Sabtu (7/5/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Multi Lane Free Flow (MLFF) akan menjadi teknlogi yang diterapkan dalam mengakses jalan tol di Indonesia.

MLFF akan menggantikan peran kartu tol elektronik yang penggunaanya akan dihapuskan pemerintah.

Sistem MLFF tersebut akan diterapkan secara penuh pada 2023.

Baca juga: Senyum Merekah 2 Nenek di Magelang Sambut Ganjar, Dapat Bantuan Bedah Rumah dari Baznas Jateng

Baca juga: Karena Peristiwa 2 Tahun Lalu Bocah di Sragen Selalu Jadi Korban Bully, Ditanya: Enak To Diperkosa?

Baca juga: 5 Aplikasi Game Penghasil Uang Langsung Masuk Rekening

Sedangkan pada akhir tahun ini, akan diuji coba  pada 40 ruas jalan tol.

Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan, Kemenhub tengah berkoordinasi dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, terkait sistem MLFF

Ia menyampaikan, sistem MLFF akan mengurangi kemacetan di gerbang tol. 

"Salah satu kelebihan sistem MLFF adalah pengguna jalan tol tidak perlu berhenti di gerbang tol apalagi mengantri saat melakukan pembayaran di gerbang tol," kata Budi dalam keterangan resminya kepada media, dikutip Kamis (19/5/2022).

"Ini masih dalam proses riset ya oleh pihak dari BUJT (Badan Usaha Jalan Tol) termasuk PUPR termasuk juga pihak BPTJ," tambahnya. 

Dalam proses kajian, ada sejumlah kelebihan sistem MLFF dibanding penggunaan kartu tol elektronik.

Pertama, pengguna tidak perlu berhenti dan mengantre saat membayar tol.  Pada sistem kartu tol elektronik, pengemudi perlu membuka kaca dan menjulurkan tangan untuk melakukan transaksi pembayaran di gerbang tol, dengan cara tapping kartu elektronik.  

Hal itu tak perlu dilakukan jika menggunakan sistem MLFF. Sebagai informasi, penggunaan uang elektronik telah mengurangi waktu transaksi menjadi 4 detik dibandingkan transaksi manual 10 detik. Nah, penggunaan MLFF nantinya akan menghilangkan waktu antrian menjadi nol detik.

Gerbang tol memang menjadi salah satu titik kemacetan di jalan tol. Apalagi jika musim liburan atau mudik lebaran seperti yang terjadi tahun ini. Dengan MLFF, diharapkan tidak ada kepadatan apalagi kemacetan di gerbang tol.

Kemudian, saat kendaraan melewati pintu tol, saldo uang elektronik yang ada pada aplikasi di ponsel akan langsung terpotong. Hal itu memungkinkan karena MLFF menggunakan teknologi Global Navigation Satelit System (GNSS).

GNSS merupakan sistem yang memungkinkan melakukan transaksi melalui aplikasi di smartphone dan dibaca melalui satelit. GPS akan menentukan lokasi yang dideterminasi oleh satelit dan proses map-matching akan berjalan di central system.

Baca juga: Jumat Jam Kerja Kades di Blora Mulai Pukul 06.00, Yayuk Klaim Hanya untuk Mengingatkan

Baca juga: Pengakuan Pelmbunuh Pria Bertato Ikan Mas pada Polisi, Disuruh Korban untuk Mengeluarkan Ilmu

Baca juga: SEA Games 2021: Harapan Sepakbola Timnas U23 Tersisa di Perunggu

Saat kendaraan keluar tol dan proses map-matching berakhir, sistem akan melakukan kalkulasi tarif. Penggunaan GNSS sudah banyak diterapkan di negara-negara Eropa Timur termasuk Hongaria.

Penerapan sistem MLFF, juga lebih hemat BBM lantaran kendaraan tak perlu berhenti saat transaksi. 

Proyek MLFF ini menelan biaya sebesar Rp4,4 triliun. Dalam masa uji coba, 50 persen dari total gardu pada gerbang tol akan digunakan untuk MLFF, sedangkan 50 persen digunakan bagi pengguna yang melakukan pembayaran dengan kartu elektronik. (*)

Sumber: Kompas.com
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved