Berita Semarang

Tak Lagi Produksi Masker, Saatnya Pelaku UMKM Atur Lagi Strategi

Masa transisi pandemi Covid-19 menuju endemi ini mulai dimanfaatkan pelaku UMKM.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Idayatul Rohmah
Batik warna alam siputri. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Masa transisi pandemi Covid-19 menuju endemi ini mulai dimanfaatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk kembali mendongkrak penjualan.

Termasuk bagi pelaku usaha bidang fesyen, kini mulai melakukan sejumlah persiapan setelah beberapa sempat memanfaatkan momentum untuk produksi masker di tengah tingginya kebutuhan masyarakat terhadap produk tersebut.

"Untuk masker sekarang kami sudah tidak memproduksi lagi, hanya tinggal menjual stok yang ada karena dari segi penjualan sudah berkurang jauh.

Kalau dulu per bulan bisa menjual ratusan sampai ribuan pcs, sekarang hanya puluhan karana orang sudah mulai tidak beli lagi. Jadi kami mulai mengatur strategi lain," kata satu pelaku UMKM di Kota Semarang, Putri Merdekawati, Jumat (20/5/2022).

Putri melanjutkan, berkaca pada saat pandemi Covid-19 merebak, telah terjadi perubahan tren konsumen yang di antaranya beralih transaksi ke digital.

Di Batik Warna Alam Siputri, ia mengaku berkat teknologi digital produknya telah menjangkau konsumen lebih luas bahkan hingga luar negeri.

Menurutnya, tren tersebut akan terus berlangsung meski kondisi sudah mulai normal.

Sehingga kata dia, saat ini merupakan saat-saat tepat untuk mengoptimalkan teknologi digital untuk menjangkau pasar global.

"Ekspor sudah ke Kanada, Jerman, Singapura, dan Dubai."

"Kalau dulu digital tidak tersentuh, (kami) hanya mengandalkan pameran offline. Sekarang justru dengan adanya pandemi, mau tidak mau mengoptimalkan digital. Dari (pandemi) itu kami mulai mendapat buyer luar negeri dari digital dan sekarang dari Indonesia sudah mulai ada pameran-pameran offline, cukup membantu penjualan juga," ujarnya.

Di sisi lain, ia sendiri mengakui bahwa di masa transisi ini penjualan batik warna alam di tempatnya belum 100 persen pulih.

Namun ia bersyukur usahanya tetap bisa bertahan hingga saat ini.

"Sekarang penjualan agak naik lagi, sejak lebaran kemarin antara 10-20 persen. Sementara menuju pulih masih sekitar 70 persen karena mungkin daya belinya belum stabil banget."

"Untuk strateginya, sekarang yang pasti karena sudah mulai kecanduan digital, jadi kami mau menggenjot penjualan digital karena itu segmen market yang kami tuju. Jadi segmennya tetap sama yaitu pria maupun wanita, tapi yang model bajunya dan tren warnanya mengikuti generasi yang melek digital. Model-model kami perbarui," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved