Juz Amma
Surat Al Haqqah (Hari Kiamat) Lengkap Arab Latin Serta Artinya
Berikut bacaan Surat Al Haqqah ٱلْحَآقَّةُ Al haqqah."Hari kiamat." مَا ٱلْحَآقَّةُ Mal Haqqah. "Apakah hari kiamat itu?" وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا ٱلْح
Penulis: Puspita Dewi | Editor: galih permadi
فَيَوْمَئِذٍ وَقَعَتِ ٱلْوَاقِعَةُ
Fa yauma idziw waqa 'atil waaqi' ah.
"Maka pada hari itu terjadilah hari kiamat."
وَٱنشَقَّتِ ٱلسَّمَآءُ فَهِىَ يَوْمَئِذٍ وَاهِيَةٌ
Wa ansyaqqatis samaa 'u fa hiya yauma `idziw waahiyah.
"Dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah."
وَٱلْمَلَكُ عَلَىٰٓ أَرْجَآئِهَا ۚ وَيَحْمِلُ عَرْشَ رَبِّكَ فَوْقَهُمْ يَوْمَئِذٍ ثَمَٰنِيَةٌ
Wal malaku ‘alaa arjaa `ihaa, wa yahmilu ‘arssa rabbika fauqahum yauma`idzin tsamaaniyah.
"Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung ‘Arsy Tuhanmu di atas (kepala) mereka."
يَوْمَئِذٍ تُعْرَضُونَ لَا تَخْفَىٰ مِنكُمْ خَافِيَةٌ
Yauma`m idzin tu’ radhuuna laa takhfaa mingkum khaafiyah.
"Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tiada sesuatupun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah)."
فَأَمَّا مَنْ أُوتِىَ كِتَٰبَهُۥ بِيَمِينِهِۦ فَيَقُولُ هَآؤُمُ ٱقْرَءُوا۟ كِتَٰبِيَهْ
Fa ammaa man uutiya kitaabahu biyamiinihii fa yaquu lu haa umuqra uu kitaabiyah.
"Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia berkata, ambillah, bacalah kitabku (ini)."
إِنِّى ظَنَنتُ أَنِّى مُلَٰقٍ حِسَابِيَهْ
Innii dhanantu annii mulaaqin hisaabiyah.
"Sesungguhnya aku yakin, bahwa sesungguhnya aku akan menemui hisab terhadap diriku."
فَهُوَ فِى عِيشَةٍ رَّاضِيَةٍ
Fa huwa fii 'ii syatir raadhiyah.
"Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridhai."
فِى جَنَّةٍ عَالِيَةٍ
Fii jannatin 'aaliyah.
"Dalam surga yang tinggi."
قُطُوفُهَا دَانِيَةٌ
Quthuufuhaa daaniyah.
"Buah-buahannya dekat."
كُلُوا۟ وَٱشْرَبُوا۟ هَنِيٓـًٔۢا بِمَآ أَسْلَفْتُمْ فِى ٱلْأَيَّامِ ٱلْخَالِيَةِ
Kuluu wasyrabuu hanii am bimaa aslaftum fil ayyaamil khaaliyah.
"Kepada mereka dikatakan, akan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu."
وَأَمَّا مَنْ أُوتِىَ كِتَٰبَهُۥ بِشِمَالِهِۦ فَيَقُولُ يَٰلَيْتَنِى لَمْ أُوتَ كِتَٰبِيَهْ
Wa ammaa man uutiya kitaabahuu bisyimaalihii fa yaquulu yaa laitanii lam uu ta kitaabiyah.
"Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata, wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini)."
وَلَمْ أَدْرِ مَا حِسَابِيَهْ
Wa lam adri maa hisaabiyah.
"Dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku.
يَٰلَيْتَهَا كَانَتِ ٱلْقَاضِيَةَ
Yaa laitahaa kaanatil qaadhiyah.
"Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu."
مَآ أَغْنَىٰ عَنِّى مَالِيَهْ ۜ
Maa agnaa 'annii maaliyah.
"Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku."
هَلَكَ عَنِّى سُلْطَٰنِيَهْ
Halaka 'annii sulthaaniyah.
"Telah hilang kekuasaanku daripadaku."
خُذُوهُ فَغُلُّوهُ
Khudzuuhu fa gul luuh.
"Allah berfirman, peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya."
ثُمَّ ٱلْجَحِيمَ صَلُّوهُ
Tsummal jahiima shal luuh.
"Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala."
ثُمَّ فِى سِلْسِلَةٍ ذَرْعُهَا سَبْعُونَ ذِرَاعًا فَٱسْلُكُوهُ
Tsumma fii silsilatin dzar 'uhaa sab 'uuna dziraa 'an faslukuuh.
"Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta."
إِنَّهُۥ كَانَ لَا يُؤْمِنُ بِٱللَّهِ ٱلْعَظِيمِ
Innahuu kaana laa yu' minu bil laahil 'adziim.
"Sesungguhnya dia dahulu tidak beriman kepada Allah Yang Maha Besar"
وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ ٱلْمِسْكِينِ
Wa laa yahudzzu 'alaa tha 'aa mil miskiin.
"Dan juga dia tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin."
فَلَيْسَ لَهُ ٱلْيَوْمَ هَٰهُنَا حَمِيمٌ
Fa laisa lahul yauma haahunaa hamiim.
"Maka tiada seorang temanpun baginya pada hari ini di sini."
وَلَا طَعَامٌ إِلَّا مِنْ غِسْلِينٍ
Wa laa tha 'aa mun il laa min gisliin.
"Dan tiada (pula) makanan sedikitpun (baginya) kecuali dari darah dan nanah."
لَّا يَأْكُلُهُۥٓ إِلَّا ٱلْخَٰطِـُٔونَ
Laa ya' kuluhuu il lal khaathi 'uun.
"Tidak ada yang memakannya kecuali orang-orang yang berdosa."
فَلَآ أُقْسِمُ بِمَا تُبْصِرُونَ
Fa laa uqsimu bimaa tubshiruun.
"Maka Aku bersumpah dengan apa yang kamu lihat."
وَمَا لَا تُبْصِرُونَ
Wa maa laa tubshiruun.
"Dan dengan apa yang tidak kamu lihat."
إِنَّهُۥ لَقَوْلُ رَسُولٍ كَرِيمٍ
Innahuu laqaulu rasuuling kariim.
"Sesungguhnya Alquran itu adalah benar-benar wahyu (Allah yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia."
وَمَا هُوَ بِقَوْلِ شَاعِرٍ ۚ قَلِيلًا مَّا تُؤْمِنُونَ
Wa maa huwa biqauli syaa 'ir, qaliilam maa tu' minuun.
"Dan Alquran itu bukanlah perkataan seorang penyair. Sedikit sekali kamu beriman kepadanya."
وَلَا بِقَوْلِ كَاهِنٍ ۚ قَلِيلًا مَّا تَذَكَّرُونَ
Wa laa biqauli kaahin, qalii lam maa tadzak karuun.
"Dan bukan pula perkataan tukang tenung. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran daripadanya."
تَنزِيلٌ مِّن رَّبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ
Tanzii lum mir rabbil 'aalamiin.
"Ia adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan semesta alam."
وَلَوْ تَقَوَّلَ عَلَيْنَا بَعْضَ ٱلْأَقَاوِيلِ
Walau taqawwala 'alainaa ba' dzal aqaawiil.
"Seandainya dia (Muhammad) mengadakan sebagian perkataan atas (nama) Kami."
لَأَخَذْنَا مِنْهُ بِٱلْيَمِينِ
La 'akhadznaa min hu bil yamiin.
"Niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya."
ثُمَّ لَقَطَعْنَا مِنْهُ ٱلْوَتِينَ
Tsumma laqatha' naa min hul watiin.
"Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya."
فَمَا مِنكُم مِّنْ أَحَدٍ عَنْهُ حَٰجِزِينَ
Fa maa mingkum min ahadin 'an hu haajiziin.
"Maka sekali-kali tidak ada seorangpun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami), dari pemotongan urat nadi itu."
وَإِنَّهُۥ لَتَذْكِرَةٌ لِّلْمُتَّقِينَ
Wa innahuu latadzkiratul lil muttaqiin.
"Dan sesungguhnya Alquran itu benar-benar suatu pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa."
وَإِنَّا لَنَعْلَمُ أَنَّ مِنكُم مُّكَذِّبِينَ
Wa innaa lana' lamu anna mingkum mukadzzibiin.
"Dan sesungguhnya Kami benar-benar mengetahui bahwa di antara kamu ada orang yang mendustakan Nya."
وَإِنَّهُۥ لَحَسْرَةٌ عَلَى ٱلْكَٰفِرِينَ
Wa innahuu lahasratun 'alal kaafiriin.
"Dan sesungguhnya Alquran itu benar-benar menjadi penyesalan bagi orang-orang kafir (di akhirat)."
وَإِنَّهُۥ لَحَقُّ ٱلْيَقِينِ
Wa innahuu lahaqqul yaqiin.
"Dan sesungguhnya Alquran itu benar-benar kebenaran yang diyakini.
فَسَبِّحْ بِٱسْمِ رَبِّكَ ٱلْعَظِيمِ
Fa sabbih bismi rabbikal 'adziim.
"Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Maha Besar."
Dari terjemahannya Surat Al Haqqah berisi nasib Kaum Tsamud, Ad dan Fir'aun yang dibinasakan Allah SWT.
Diterangkan dalam surat ini bahwa kaum pendusta tersebut merupakan penghuni neraka.
Surat Al Haqqah juga menerangkan tentang kondisi hari kiamat dan kejinya siksa neraka.
Setelahnya diterangkan tentang dua kelompok yang menerima catatan amal dengan tangan kanan maupun kiri.
Demikian bacaan Surat Al Haqqah dan artinya, semoga bermanfaat. (amk)
TONTON JUGA dan SUBSCRIBE
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Surat-Al-Haqqah-Hari-Kiamat-Lengkap-Arab-Latin-dan-Artinya.jpg)