Penganiayaan

Bayi Umur 3 Minggu Ditikam Pisau Mantan Suami Ibunya di Kendal, Kepala dan Tangan Luka Fatal

Pria di Kendal tega menikam bayi usia 3 minggu hasil pernikahan mantan istri dan lelaki lain.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: Daniel Ari Purnomo
Net
Ilustrasi: Bayi 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Satreskrim Polres Kendal berhasil mengamankan DH alias Codot (31) warga Sumur, Kecamatan Brangsong diduga menjadi pelaku penganiayaan terhadap seorang ibu RS (27) dan anak yang masih balita (MAM).

Korban RS diketahui adalah mantan istri DH yang kini sudah menikah dengan laki-laki lain.

Sedangkan korban MAM yang masih berumur 3 pekan adalah hasil buah hati RS dengan suami barunya.

Dalam keterangan tertulis, Kasatreskrim Polres Kendal AKP Daniel Artasasta Tambunan mengatakan, aksi penganiayaan terjadi pada 23 Mei lalu di rumah korban di Dusun Gebanganom, Desa Sumur, Kecamatan Brangsong.

Saat itu, lanjutnya, tersangka datang mengendarai sepeda motor dengan membawa sebilah pisau untuk melangsungkan rencana aksi penganiayaan.

Tersangka datang seorang diri berpura-pura mencari anak kandungnya yang tinggal bersama ibunya setelah resmi bercerai tahun lalu.

"Ketika tersangka berdiri dekat kedua korban, seketika mengeluarkan pisau yang dibawanya dan melukai kedua korban di bagian kepala dan tangan," terangnya, Senin (30/5/2022).

Menurut AKP Daniel, DH mengincar anak RS yang masih balita atas dasar sakit hati karena diceraikan.

Ditambah, RS kini sudah memiliki anak dengan suami barunya hingga membuat DH gelap mata.

Nyawa kedua korban berhasil tertolong setelah dilarikan ke rumah sakit terdekat, meskipun mengalami luka sayatan benda tajam yang cukup serius.

"Tersangka berhasil kami amankan di rumah orangtuanya di Perumahan Pondok Brangsong Desa Sidorejo pada 25 Mei pagi," ungkapnya.

Menurut Daniel, tersangka saat ini sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolres Kendal. 

Tersangka dijerat Pasal 351 ayat (2) KUHP tentang penganiayaan dengan luka berat, dan Pasal 76C jo Pasal 80 Ayat (2) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman penjara maksimal 5 tahun dan atau denda paling banyak Rp 100 juta. (Sam)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved