Berita Internasional

Biden Setuju Kirim Rudal Jarak Jauh Presisi Ke Ukraina, Tapi Dilarang Buat Serang Wilayah Rusia

Amerika Serikat menyediakan Ukraina dengan sistem roket artileri mobilitas tinggi yang dapat secara akurat mencapai target sejauh 80 km (50 mil) setel

Editor: m nur huda
Jim WATSON / AFP
Presiden AS Joe Biden duduk di Oval Office. 

TRIBUNJATENG.COM, WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyetujui memberi Ukraina bantuan sistem roket canggih yang dapat menyerang dengan presisi sasaran jarak jauh.

Hal itu sebagai bagian dari bantuan paket senjata senilai 700 juta dolar dari AS untuk Ukraina yang diperkirakan akan diluncurkan pada Rabu (1/6/2022) ini.

Amerika Serikat menyediakan Ukraina dengan sistem roket artileri mobilitas tinggi yang dapat secara akurat mencapai target sejauh 80 km (50 mil) setelah Ukraina memberikan "jaminan" mereka tidak akan menggunakan rudal untuk menyerang di dalam Rusia, kata pejabat senior pemerintah AS.

Dalam artikel yang diterbitkan New York Times pada Selasa (31/5/2022), Biden mengatakan, invasi Rusia ke Ukraina akan berakhir melalui diplomasi, tetapi Amerika Serikat harus menyediakan senjata dan amunisi yang signifikan untuk memberi Ukraina pengaruh tertinggi di meja perundingan.

"Itulah mengapa saya memutuskan bahwa kami akan memberi Ukraina sistem roket dan amunisi yang lebih canggih yang akan memungkinkan mereka untuk lebih tepat menyerang sasaran utama di medan perang di Ukraina," tulis Biden, dilansir dari Reuters.

Menurut para pejabat pemerintah AS, paket tersebut juga termasuk amunisi, radar anti tembakan, sejumlah radar pengawasan udara, rudal anti-tank Javelin tambahan, serta senjata anti-armor.

Para pejabat Ukraina sendiri telah meminta sekutu untuk memberikan sistem rudal jarak jauh yang dapat menembakkan rentetan roket ratusan mil jauhnya, dengan harapan mengubah keadaan dalam perang selama tiga bulan. 

Bukan untuk menyerang wilayah Rusia

Biden pada Selasa mengatakan kepada wartawan, bahwa AS tidak akan mengirim sistem roket ke Ukraina yang menyerang Rusia.

Dia tidak mengesampingkan penyediaan sistem senjata tertentu, tetapi tampaknya menempatkan kondisi tentang bagaimana mereka dapat digunakan.

Biden ingin membantu Ukraina mempertahankan diri, tetapi menentang penyediaan senjata yang dapat digunakan Ukraina untuk menyerang Rusia.

Sejak invasi Rusia pada 24 Februari, ribuan orang diketahui telah tewas di Ukraina dan jutaan lainnya mengungsi.

Invasi ini disebut Rusuai sebagai "operasi militer khusus" untuk "denazifikasi" Ukraina.

Sementara, Ukraina dan sekutu Baratnya menyebut ini sebagai dalih tak berdasar untuk perang merebut wilayah.

Barat oun semakin bersedia memberikan persenjataan jarak jauh kepada Ukraina, termasuk howitzer M777, karena kekuatannya memerangi Rusia dengan lebih sukses daripada yang diperkirakan para pejabat intelijen.

Tetapi, intelijen AS juga telah memperingatkan tentang risiko yang meningkat, terutama mengingat ketidaksesuaian antara ambisi nyata Presiden Rusia Vladimir Putin dan kinerja militernya.

Ukraina telah mulai menerima rudal anti-kapal Harpoon dari Denmark dan howitzer self-propelled dari Amerika Serikat, Menteri Pertahanan Ukraina Oleksiy Reznikov mengatakan pada Sabtu (27/5/2022). (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Biden Setuju Kirim Roket Jarak Jauh Canggih untuk Ukraina

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved