Berita Ungaran
Kasus PMK di Kab Semarang Melonjak Hingga Menjangkiti 494 Hewan Ternak, Bupati Ngesti Bentuk Satgas
Ngesti Nugraha mengatakan bahwa Pemkab Semarang bakal membentuk satuan tugas (satgas) khusus menangani penyakit mulut dan kuku (PMK)
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Bupati Semarang, Ngesti Nugraha mengatakan bahwa Pemkab Semarang bakal membentuk satuan tugas (satgas) khusus menangani penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menjangkiti ratusan hewan ternak ruminansia di wilayah yang dipimpinnya.
Hal itu ia ungkapkan saat menyambangi kandang komunal sapi di Dusun Pilahan, Desa Kalisidi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang pada Rabu (1/6/2022) hari ini.
Ngesti menerangkan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan koordinasi dengan para pimpinan dan perangkat daerah setempat.
“Koordinasi dengan Forkopimda dan perangkat daerah, rencananya akan dibentuk satgas penanganannya,” ujar orang nomor wahid di Kabupaten Semarang tersebut kepada Tribunjateng.com.
Berdasarkan informasi yang diterima hari ini, penyebaran PMK di Kabupaten Semarang berkembang menjadi sebanyak 494 kasus.
Di Desa Kalisidi sendiri, dari penuturan Kepala Desa Kalisidi, Dimas Prayitno, terdapat 210 ekor sapi yang terjangkit PMK.
"Dari enam kandang komunal, tinggal dua yang masih steril.
Kami berupaya melakukan pencegahan meskipun dengan dana desa yang terbatas," ujarnya.
Sebagai informasi, Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang menutup seluruh tempat penjualan hewan dan berlaku 2 pekan, sejak 22 Mei 2022 lalu hingga 6 Juni 2022 mendatang.
Terdapat tujuh tempat penjualan yang tersebar di Kabupaten Semarang yang ditutup untuk mencegah penyebaran kasus PMK.
Menurut Kepala Disepertanikap Kabupaten Semarang, Wigati Sunu, pihaknya tengah melakukan evaluasi hingga nantinya diputuskan apakah sejumlah tempat penjualan hewan tersebut diperpanjang penutupannya atau tidak.
“Sedang kami evaluasi kembali,” katanya, Selasa (31/5/2022). (*)
Baca juga: 3 Shio Dianugerahi Banyak Talenta
Baca juga: Mengikuti Baparekraf Developer Day 2022, Mahasiswa FST UHB Makin Termotivasi Menjadi Programmer Web
Baca juga: Harga Minyak Goreng Curah di Semarang Naik, Terkendala Banjir Rob
Baca juga: Detik-detik Truk Muatan Tebu di Pemalang Terguling ke Sungai