Bupati Kudus: Pelatihan Keterampilan Sesuai Aspirasi Masyarakat
Pemerintah Kabupaten Kudus menggelar pelatihan keterampilan yang bersumber dari dana bagi hasil cukai dan tembakau (DBHCHT).
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus menggelar pelatihan keterampilan yang bersumber dari dana bagi hasil cukai dan tembakau (DBHCHT).
Kata Bupati Kudus HM Hartopo, seluruh pelatihan yang pihaknya gelar berdasarkan aspirasi yang pihaknya tampung.
Diketahui pada tahun ini ada sekitar 85 jenis pelatihan yang digelar Pemerintah Kabupaten Kudus yang dibiayai DBHCHT dengan pagu sebesar Rp 16,1 miliar. Adapun untuk pelaksanaan rencananya akan dimulai pada Juni ini.
“Pelatihan ini kan menampung semua aspirasi ketika kegiatannya terbatas, warga yang lain tidak tertampung. Apa yang menjadi aspirasi untuk kegiatan pelatihan, supaya masyarakat bisa mendaftar untuk pelatihan itu,” kata Hartopo.
Hartopo mencontohkan, ada warga yang memiliki hobi memasak, maka dari itu pihaknya buka pelatihan tata boga. Kemudian ada warga yang memiliki keinginan agar cakap di bidang otomotif, karenanya dibukalah pelatihan otomotif.
“Dan masih banyak lagi pelatihan yang akan digelar sesuai dengan aspirasi yang telah kami tamping,” kata Hartopo.
Dalam pelatihan yang digelar pada tahun ini target pesertanya yakni sebanyak 4.496 orang. Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 215, peserta pelatihan yang dibiayai oleh DBHCHT adalah buruh rokok, buruh rokok yang di-PHK, dan warga lainnya yang ditetapkan oleh kepala daerah.
Mengenai warga selain buruh rokok maupun buruh rokok yang diberhentikan kerja, Hartopo memang saat ini belum menetapkan siapa saja yang bisa mengikuti pelatihan tersebut. Hanya saja, kata dia, terkait peserta yang ditetapkan kepala daerah pihaknya akan mengacu pada item pelatihan yang akan digelar.
“Kalau itu mengacu pada desk kemarin saja. Sesuai dengan desk pelatihannya,” kata dia.
Dengan adanya pelatihan ini, katanya, dia berharap warga Kudus yang menjadi peserta pelatihan memiliki keterampilan. Keterampilan tersebut bisa sewaktu-waktu dimanfaatkan, barangkali untuk membuka usaha mandiri. Dengan begitu, manfaat dari DBHCHT bisa benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/bupati-kudus-diwawancarai-tribun-jateng.jpg)