Berita Banyumas
Nardi Difabel Asal Banyumas Lihai Membuat Wayang Karton, Karyanya Diminati Hingga Luar Jawa
Kisah inspiratif datang dari seorang disabilitas asal Papringan, Banyumas yang memiliki keahlian luar biasa dalam bidang seni
Penulis: Imah Masitoh | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS – Kisah inspiratif datang dari seorang disabilitas asal Papringan, Banyumas yang memiliki keahlian luar biasa dalam bidang seni.
Nardi namanya, seorang pemuda yang menjadi pengrajin wayang karton di Banyumas yang karyanya sudah dikenal masyarakat luas.
Berawal dari hobinya melukis, Nardi berkeinginan karyanya memiliki nilai jual di pasaran.
Melihat peluang peminat wayang tinggi, hingga akhirnya ia mencoba melukis karakter pewayangan.
Baca juga: Mobil Mewah Dilarang Diisi Pertalite, Pembeli BBM Bersubsidi Diatur Secara Digital
Baca juga: Janji Shin Tae-yong Sebelum Timnas Indonesia Jalani Kualifikasi Piala Asia 2023
“Bingung dulu suka melukis tapi tidak bisa dijual akhirnya iseng-iseng bikin wayang sekitar tahun 2016,” ucapnya kepada Tribunjateng.com, Rabu (1/6/2022).
Kelihaiannya membuat karakter pewayangan didapatkannya secara otodidak tanpa mengikuti pelatihan khusus.
Dirinya dapat melukis berbagai karakter pewayangan seperti Anoman, Werkudara, Punakawan, Srikandi dan tokoh pewayangan yang lainnya.
“Kalau favoritnya tokoh Werkudara, karena bagus dan gagah,” jawabnya dengan raut wajah malu.
Meski dengan keterbatasan yang ia miliki, semangat dalam dirinya untuk berkarya terus mendorongnya melukis dan membuat wayang karton.
“Motivasinya buat ngisi waktu dari pada nganggur ngga ngapa-ngapain jadi tetap berkarya walaupun tidak bisa berjalan,” ucapnya sembari tersenyum.
Karyanya sudah terjual ke berbagai daerah bahkan luar Pulau Jawa seperti dari Jakarta, Sumatera, hingga Kalimantan.
Semua karya yang dihasilkannya ia lakukan sendiri dari proses melukis hingga jadi sebuah wayang yang dapat dimainkan.
“Paling dibantu ambilkan sesuatu yang dibutuhkan seperti bambu dan penjalin,” katanya.
Untuk satu karya yang berukuran sedang dapat ia selesaikan selama 15 hari lamanya, yang ia garap dirumahnya.
Harga yang ia patok untuk karyanya berbeda-beda tergantung ukuran dan tingkat kesulitan di kisaran Rp 200-500 ribu.