Rabu, 20 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Penjelasan Makna Relief Candi Borobudur

Candi Borobudur merupakan candi Budha yang terletak di Magelang, Jawa Tengah, Indonesia.

Tayang:
Penulis: Awaliyah P | Editor: galih permadi
Tribun Jateng/Amanda Rizqyana
Seorang turis lokal mengunjungi Candi Borobudur 

Penjelasan Makna Relief Candi Borobudur

TRIBUNJATENG.COM - Berikut ini makna relief candi borobudur.

Candi Borobudur merupakan candi Budha yang terletak di Magelang, Jawa Tengah, Indonesia.

Candi Borobudur memiliki relief-relief indah dan penuh makna.

Relief yang terdapat di Candi Borobudur menggambarkan ajaran kehidupan Sang Buddha Gautama.

Relief-relief tersebut menggambarkan suasana alam yang permai, perahu bercadik, bangunan tradisional nusantara, dan lain sebagainya.

Borobudur diyakini memiliki relief Buddha terlengkap dan terbanyak di dunia.

Relief-relief tersebut terdapat di hampir semua tingkatan dinding, kecuali Arupadatu.

Arupadatu merupakan tingkatan yang paling atas yang menggambarkan kehidupan religius dan spiritual tertinggi.

Kehidupan religius yang mengagungkan perdamaian penuh keselamatan jiwa.

Dua tingkatan sebelumnya, yaitu Kamadhatu (kaki candi).

Pada tingkatan ini digambarkan kehidupan manusia penuh keburukan, nafsu, dan bergelimpang dosa.

Pada tingkatan di atasnya disebut Rupadhatu atau bagian tengah.

Bagian ini melambangkan kehidupan manusia yang telah terbebas dari hawa nafsu namun masih terikat dengan hal-hal yang bersifat duniawi.

Bagian Rupadhatu terdapat 4 undak teras berbentuk persegi yang dindingnya dihiasi relief.

Sedangkan, tingkatan teratas adalah Arupadhatu yang melambangkan kehidupan religius.

Tingkatan ini menggambarkan kehidupan Sang Budha yang telah mencapai kesempurnaan karena berani meninggalkan kehidupan duniawi.

Pada bagian ini tidak dihiasi relief.

Pahatan relief Candi Borobudur termasuk ke dalam jenis seni rupa murni, yang artinya tercipta untuk dinikmati keindahan dan keunikkannya saja.

Jumlah Panel Relief Candi Borobudur memiliki penel relief sebanyak 2.672 relief.

Jumlah panel relief tersebut dibagi menjadi dua jenis, yaitu panel naratif fan dekoratif sebanyak 1.460 panel.

Panel naratif ini tersusun dalam 11 baris yang mengelilingi monumen dengan total panjangnya lebih dari 3.000 meter.

Relief naratif yang dipahat di Candi Borobudur, yaitu Karmawibhangga, Jatakamala, Lalitavistara, Awadana, Gandawyuha dan Bhadracari.

Relief naratif hanya sampai pada undakan 5, yaitu undakan candi yang berdenah bujur sangkar.

Sedangkan 1.212 panel dekoratif yang disusun dalam barisan namun dianggap sebagai relief individu.

Relief-relief tersebut dibaca searah jarum jam, dalam bahasa Jawa Kuno disebut mapradaksina.

Dalam bahasa Sangsekerta daksina artinya timur.

Oleh karena itu, pembacaan cerita-cerita relief ini dimulai dan berakhir di pintu gerbang sisi timur di setiap tingkatannya.

Relief Karmawibhangga Relief Karmawibhangga adalah relief yang dipahat di dinding kaki Candi Borobudur.

Relief ini berjumlah 160 panel dan hanya 4 panel relief yang terbuka di sisi tenggara.

Relief menggambarkan kehidupan manusia beserta lingkungannya dan perilakuknya.

Baik, perilaku manusia terhadap lingkungan maupun terhadap sesama manusia.

Pesan yang terkandung dalam relief Karmawibhangga bersifat universal dan lintas generasi.

Pesan relief Karmawibhangga adalah hukum karma atau hukum sebab akibat, seperti kejahatan akan dibalas dengan siksaan dan kebaikan akan dibalas dengan kebahagiaan.

Panel dibaca dari sebelah timur.

Cara membacanya diatur sedemikian rupa, satu panel terdiri atas dua atau tiga adegan.

Adegan paling kiri adalah akibat dari perbuatan yang tergambar pada adegan sebelumnya.

Setiap adegan dibatasi oleh sebatang pohon atau suatu benda tegak. Relief ini ditemukan pada 1885 oleh J.W. Ijzerman.

Selama lima tahun, batu penutup candi selesai dibongkar.

Ternyata, ada relief yang dipahat 160 panel.

Sebelum ditutup kembali, seluruh relief difoto oleh kasian Cephas pada 1890 - 1891. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved