Berita Pekalongan
Video Program Blue Deal Solusi Penanganan Banjir Rob Pekalongan
Pemkot Pekalongan akan mendatangi kerjasama dengan tim teknis dari Dutch Water Authority atau Dewan Air Belanda.
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Berikut video Program Blue Deal Solusi Penanganan Banjir Rob Pekalongan
Pemerintah Kota Pekalongan terus berupaya dan melakukan kerjasama dengan berbagai pihak, untuk bisa mengendalikan dan menangani banjir rob yang kini belum selesai.
Terkini, Pemkot Pekalongan akan mendatangi kerjasama dengan tim teknis dari Dutch Water Authority atau Dewan Air Belanda untuk membantu percepatan penanganan banjir dan rob dalam bentuk kerjasama 'Blue Deal'.
Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid mengungkapkan dalam kunjungannya, DWA banyak memberikan masukan atau rekomendasi untuk Kota Pekalongan, mengingat wilayah Pekalongan ini sama dengan Belanda, dimana posisi permukaan air laut dan air sungai lebih tinggi dibandingkan dengan daratan. Namun di negera Belanda tersebut, penanganan masalah banjir rob disana berhasil, banyak masyarakat yang memberi masukan belajar dari Negara Belanda
"Iki londone tak tekake sisan ning Pekalongan (ini orang Belandanya Saya datangkan sekalian ke Pekalongan) untuk langsung meninjau dan mudah-mudahan bisa tercapai kerjasama," kata Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid, Sabtu (4/6/2022).
Sebab, menurutnya dalam mewujudkan kerjasama ini ternyata prosesnya Pemerintah Belanda harus melalui Pemerintah Pusat, dan Pemerintah Provinsi terlebih dahulu menyetujui baru ditindaklanjuti oleh dan Pemerintah daerah setempat.
Pihaknya menyebutkan, kerjasama Blue Deal ini difokuskan menyasar ke wilayah Semarang dan Kota Pekalongan. Dengan terwujudnya kerjasama Blue Deal ini, diharapkan bisa membawa keberkahan dan manfaat untuk masyarakat maupun Kota Pekalongan dalam menuntaskan permasalahan banjir dan rob.
"Mudah-mudahan bisa segera terwujud, dan hari ini info dari tim Belanda, bahwa Menteri PUPR RI, Pak Basuki sudah meneken perjanjian kerjasama ini di Belanda. Semoga, Kota Pekalongan mendapat berkah yang sangat luar biasa, masukan atau referensi penanganan dari manapun akan kami terima, terlebih DWA ini tim teknis untuk penanganan banjir dan rob di negara Belanda," ujarnya.
Aaf panggilan akrabnya Wali Kota menilai, proses kerjasama untuk penanganan banjir dan rob ini memang dalam masih dalam proses. Bahkan, sehari sebelumnya, pihaknya sudah mengecek secara langsung bersama Dirjen SDA Kemen-PUPR RI, dimana proyek penanganan banjir dan rob progress rata-rata masih 12,5 persen, sehingga percepatan sesuai target diharapkan bisa terlaksana.
Disamping itu, pihaknya mengapresiasi banyak pihak terkait yang sudah mau turut serta peduli dan membantu Kota Pekalongan untuk terbebas dari banjir dan rob.
"Sebab, fenomena rob di Kota Pekalongan ini semakin tinggi dan penurunan muka tanah juga tertinggi turunnya, dimana dalam 2 tahun terakhir 11,9 cm dialat yg dipasang di Stadion Hoegeng."
"Mudah-mudahan satu persatu masalah di Kota Pekalongan bisa terselesaikan dengan baik. Ini memang perlu kerja keras, anggaran luar biasa serta melibatkan ahli-ahli penanganan didalamnya, semoga semuanya bisa menjadi berkah untuk Kota Pekalongan," tambahnya.
Perwakilan DWA, Peter Hollanders menyampaikan tujuan kedatangannya bersama tim ke Pekalongan adalah membangun kerjasama dalam jangka waktu cukup lama, dimana pihaknya ingin membangun proses kerjasama antara Pemerintah Belanda dan Pemerintah Daerah setempat (Kota dan Kabupaten Pekalongan) dari sisi pengelolaan air.
"Kami ingin berbagi ilmu dan membantu pemerintah dalam pengelolaan air yang berkelanjutan," katanya.
Disampaikannya, dengan berbagi pengalaman teknis, sikap, kompetensi atau kemampuan yang dimiliki DWA bisa mengubah cara pikir masyarakat Indonesia, khususnya di Pekalongan untuk menyelesaikan isu atau permasalahan dengan pendekatan seluruh komponen masyarakat didalamnya.