Berita Kudus

Riko Keliling Dua SPBU di Kudus Untuk Dapat Pertalite

Sejumlah warga masyarakat Kabupaten Kudus kesulitan mencari pertalite, sehingga membuat antrean panjang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Penulis: raka f pujangga | Editor: Catur waskito Edy
Raka F Pujangga
Antrean pertalite di SPBU Prambatan‎ 44.593.01, Kamis (9/6/2022).‎ 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Sejumlah warga masyarakat Kabupaten Kudus kesulitan mencari pertalite, sehingga membuat antrean panjang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Satu di antaranya Riko Rahman, warga Kudus yang keliling sampai dua lokasi SPBU untuk mendapatkan pertalite.

"Baru ini susah cari pertalite, keliling sampai dua kali baru ini dapat. Antrenya juga panjang," ujar dia, saat ditemui di SPBU Prambatan 44.593.01, Kamis (9/6/2022).

Padahal, dia sengaja mengisi bensin pada pagi hari‎ untuk menghindari antrean.

"Sebenarnya isi pagi biar nggak antre, ternyata panjang antreannya," katanya.

Kondisi antrean panjang juga terlihat di SPBU Matahari 44.593.04. Sejumlah pengendara memilih pertalite yang harganya lebih murah dibandingkan pertamax.

"Tadi datang jam 5 pagi. Datangnya 16 KL (kilo liter), biasanya 24 KL. Tibanya juga nggak menentu," ujar dia.

Dia menyampaikan, agar ‎semua konsumen bisa menikmati pertalite maka penggunaannya dibatasi setiap 5 KL.

"Jadi setiap 5 KL, harus ditutup biar sif siang dan malam juga kebagian. Karena kebutuhannya di sini 20 KL, tapi dikirimnya 16 KL," ujarnya.

Terpisah, PT Pertamina Patra Niaga berkomitmen menyalurkan Pertalite di Kudus. 

Hal tersebut dikemukakan Area Manager Communication, Relations, & CSR Regional Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Brasto Galih Nugroho.

"Penyaluran rata-rata harian Pertalite di Kudus dari rentang 17 Mei-7 Juni 2022 adalah 224 kiloliter. Sementara itu, rata-rata harian Pertalite di Kudus pada 1 Januari-31 Maret 2022(sebelum penyesuaian harga Pertamax) adalah 211 kiloliter," ungkapnya.

Brasto menjelaskan, ada peningkatan penyaluran rata-rata harian Pertalite di Kudus di rentang 17 Mei-7 Juni 2022 dibandingkan 1 Januari-31 Maret 2022 sebesar 6,2 persen. 

Peningkatan tersebut dilakukan melihat permintaan BBM yang meningkat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved