PMK

Kabupaten Sragen Zona Merah Kasus Penyakit Mulut dan Kuku Hewan Ternak, Kecamatan Kedawung Tertinggi

Data terbaru per Kamis (9/6/2022) jumlah ternak yang terpapar di Sragen mencapai 453 eko.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: Daniel Ari Purnomo
istimewa
Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati meninjau penyemprotan di desa Mojorejo Kecamatan Karangmalang, Jumat (10/6/2022) 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Untuk meminimalisasi  penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Sragen, Pemkab Sragen melalui Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Sragen melaksanakan gerakan Penyemprotan secara serentak ke kandang dan ternak Jumat pagi (10/6/2022) di 20 kecamatan Kabupaten Sragen.

Data terbaru per Kamis (9/6/2022) jumlah ternak yang terpapar di Sragen mencapai 453 ekor dengan jumlah penambahan kasus baru 23 ekor, kasus aktif 318 ekor, sembuh tidak menunjukkan gejala klinis 105 ekor dan mati 30 ekor. 

Kecamatan Kedawung menjadi kecamatan paling banyak terpapar kasus PMK.

Pemkab Sragen melakukan penyemprotan disinfektan Eco Enzym yang ramah lingkungan. Eco Enzym itu berasal dari fermentasi buah dan sayur bantuan dari PMI Sragen sebanyak 105 liter. 

"Kita mendapat bantuan Eco Enzym dari PMI Sragen sebanyak 105 liter yang dibagi kepada 5 titik kandang. Untuk masing-masing kecamatan 5 liter dan 10 liter untuk kecamatan Karangmalang, "kata Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Jumat (10/6/2022) 

Setiap kecamatan menyiapkan 5 titik kandang ternak oleh tim penyemprot dari OPD yang telah ditunjuk. Untuk kandang yang tidak termasuk sampling, disemprot secara mandiri oleh masing-masing desa.

Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati meninjau langsung kegiatan tersebut didampingi Wakil Bupati H. Suroto, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Sragen serta beberapa Kepala OPD Kabupaten Sragen di desa Mojorejo Kecamatan Karangmalang di kandang sapi milik Sadono.

Bupati Yuni menerangkan, disinfektan Eco Enzym merupakan disinfektan yang ramah lingkungan dan alami. Sehingga dapat disemprotkan sesering mungkin.

Penyemprotan dapat dilakukan kepada ternak dan kandang secara merata, khususnya pada mulut dan kaki sapi. Petugas penyemprotan dipastikan bebas dari PMK agat tidak mejadi vektor (pembawa penyakit) bagi ternak.

“Saat ini Sragen sudah berada pada zona merah yang berarti di setiap kecamatan sudah terdeteksi ada penyakit PMK. Cara yang paling pas adalah dengan cara membersihkan kandang secara berkala. Jika ada ternak yang sakit untuk segera dikarantina dan diobati, "katanya

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Sragen Rina Wijaya,  menjelaskan, penyemprotan disinfektan ini dilakukan di 5 titik di setiap kecamatan. 

Caption Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati meninjau penyemprotan di desa Mojorejo Kecamatan Karangmalang, Jumat (10/6/2022) 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved