Berita Viral
Dini Hari, Para Gadis ABG Ini Malah Berkelahi Rebutan Cowok, Kocar-Kacir Saat polisi Datang
"Lalu, Tim Presisi berhenti dan mencoba menghentikan pengeroyokan yang korbannya perempuan," sambung Budhi
TRIBUNJATENG.COM, KEBAYORAN BARU -ABG berkelahi rebutan cowok dini hari. Kocar-kacir saat polisi datang.
Bripka HY, anggota Tim Patroli Perintis Presisi Polres Metro Jakarta Selatan, Bripka HY, mengalami retak tulang dan harus menjalani operasi di rumah sakit, usai ditabrak mobil pemuda MAZ (19) di depan Masjid Al-Azhar, Jalan Sisingamaraja, Kebayoran Baru, Kamis (8/6/2022) dini hari.
Kejadian polisi ditabrak itu justru bermula dari keributan dan pengeroyokan dua kelompok anak baru gede (ABG) perempuan yang memperebutan seorang cowok.
Akibatnya, MAZ selaku penabrak polisi dan empat ABG perempuan pelaku pengeroyokan terhadap ABG perempuan berinsial DK (16) ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.
"Pemeriksaan yang kita lakukan, motif terhadap pengeroyokan tersebut karena saling cemburu, di mana mereka merebutkan cowok yang ada di situ," ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Budhi Herdi Susianto saat rilis pengungkapan kasus di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Jumat (10/6/2022).
Baca juga: Kamu Sadar Amunisi Itu Dipakai Untuk Tembaki Petugas? Praka AKG yang Jual Senjata ke KKB Nangis
Baca juga: Tampang Wanita Penyimpan 7 Janin Bayi di Tupperware Kamar Kos, Kini Diperiksa Kejiwaannya
Budhi menjelaskan kronologi kasus tersebut.
Mulanya, 11 anggota Patroli Perintis Presisi Polres Metro Jakarta Selatan melakukan patroli dengan sepeda motor dan melintasi Jalan Sisingamangaraja sekitar pukul 03.15 WIB.
Tiba-tiba mereka mendapati keributan sejumlah ABG di jalan depan Masjid Al-Azhar. Saat itu, DK dikeroyok oleh ABG perempuan lainnya hingga terkapar.
"Jadi saat tim patroli presisi sedang melakukan patroli, kemudian di depan Al Azhar itu, di Jalan Sisingamangaraja melihat ada orang yang dikeroyok sama sekelompok orang," ujarnya.
"Lalu, Tim Presisi berhenti dan mencoba menghentikan pengeroyokan yang korbannya perempuan," sambung Budhi.
Para ABG perempuan pelaku pengeroyokan itu lantas kocar-kacir berusaha melarikan diri. Mereka meninggalkan korban tergeletak di pinggir jalan.
MAZ (19) selaku cowok yang diperebutkan panik masuk ke dalam mobil sedannnya dan diikuti sejumlah ABG perempuan yang mengeroyok DK.
"Salah satu pelaku yang kemudian diketahui bernama MAZ itu kemudian masuk ke mobilnya yang kita tahu mobil jenis sedan warna silver, kemudian diikuti juga oleh beberapa orang lain yang dari kelompok tadi diduga melakukan pengeroyokan juga masuk ke mobil tersebut," ungkap Budhi.
Lantas, mobil tersebut tancas gas.
Beberapa anggota Tim Presisi dengan sepeda motor trilnya langsung melakukan pengejaran.
Sebab, mereka hendak melakukan pemeriksaan atas kejadian pengeroyokan tersebut.
Bripka HY dengan sepeda motornya coba menghalau mobil itu. Namun, justru mobil tersebut menabraknya hingga terseret dan tersungkur.
"Jadi, anggota yang tertabrak itu terseret sejauh 5 meter," kata Budhi.
Karena aksi para ABG itu telah membahayakan petugas, anggota tim presisi melepaskan tiga kali tembakan peringatan peluru karet ke udara dan ke arah mobil pelaku.
"Dan disuruh berhenti nggak mau juga. Akhirnya diberikan tindakan peringatan, tapi bukannya berhenti malah nabrak anggota kita," tuturnya.
"Tembakan kedua diarahkan ke kap mobil, tapi tetap tidak berhenti. Akhirnya, diarahkan tembakan ketiga ke kaca dan baru berhenti," lanjut dia.
Laju mobil pelaku terhenti setelah menabrak trotoar usai tembakan ketiga.
Selanjutnya, AMZ selaku penabrak Bripka HY dan empat ABG yang melakukan pengeroyokan DK ditangkap dan dibawa ke Mapolres Metro Jakarta Selatan.
Bripka HY Alami Retak Tulang
Motor patroli yang digunakan Bripka HY usai ditabrak (Warta Kota/Ramadan LQ)
Budhi menuturkan, Bripka HY mengalami retak tulang hingga harus dipasang pen usai ditabrak mobil pelaku.
"Rumah Sakit Fatmawati menyebutkan bahwa korban ini mengalami retak tulang dan ini harus menjalani operasi atau tindakan dan saran dari dokter agar dipasang pen," ujarnya.
Kata Budhi, beruntung anggotanya itu tidak mengalami geger otak.
Saat lakukan patroli, anggota Tim Presisi dilengkapi peralatan lengkap seperti misalnya rompi hingga helm standar.
"Jadi masih bersyukur anggota kami saat itu menghunakan body fas, dan helm yang standar memang diperuntukan untuk tim presisi sehingga diperuntukan akibat dari benturan," ujarnya.
"Setelah kita lakukan sceaning semuanya ya alhamdulillah anggota kami tidak sampe mengalami geger otak. Kalau dilihat dari benturan atau hantamannya, apabila anggota kami tidak menggunakan body fas atau helm yang khusus presisi tentunya akan mengakibatkan hasil yang fatal," sambung dia.
Ia meminta kepada masyarakat agar peristiwa ini menjadi pembelajaran untuk mengikuti arahan atau intruksi dari Polisi
"Bukan malah melawan atau sebaliknya malah melakukan tindakan yang dapat membahayakan jiwa petugas maupun jiwa yang lain," ujar Budhi.
Penabrak Polisi dan Empat ABG Ditahan
Setelah dilakukan pemeriksaan, akhirnya polisi menetapkan tersangka kepada AMZ dan empat ABG perempuan sebagai tersangka.
MAZ selaku penabrak Bripka HY dijerat Pasal 360 juncto Pasal 212 KUHP. MAZ terancam hukuman 5 tahun penjara.
"Satu orang tersangka atas nama MAZ, pengemudi sedan berwarna silver yang menabrak anggota presisi Polres Jakarta Selatan," kata Budhi.
Sementara, empat ABG perempuan dijerat pasal tentang pengeroyokan.
Diketahui tiga orang dari empat ABG perempuan pelaku pengeroyokan tersebut berstatus anak di bawah umur.
"Ternyata yang terbukti melakukan tindak pidana pengeroyokan terhadap saudara DK ada empat orang, di mana dari 4 orang ini, 3 masih di bawah umur dan satu orang dewasa, sehingga untuk yang anak-anak di bawah umur tidak kami tampilkan," kata Budhi.
Dalam kasus ini, polisi menyita barang bukti mobil Honda Civic warna silver berpelat nomor B 8382 IQ yang digunakan MAZ saat menabrak Bripka HY. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Kapolres-n-AKBP-Han-Jumat-1062022.jpg)