Berita Demak

Desa Kalikondang Demak Tepilih Menjadi Pilot Project Restorasi Justice

Bupati Demak Eisti’anah resmikan Rumah Restorative Justice di Desa Kalikondang.

Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: sujarwo
Kominfo Demak
Bupati Demak Eisti’anah bersama Kajari Demak Andri Kurniawan meresmikan Rumah Restorative Justice di Desa Kalikondang Kecamatan Demak, Kamis (16/6/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK – Bupati Demak Eisti’anah bersama Kajari Demak Andri Kurniawan meresmikan Rumah Restorative Justice di Desa Kalikondang Kecamatan Demak, Kamis (16/6/2022).

Menurut Kajari Demak Andri Kurniawan, Restorative Justice adalah pemulihan nama atau pengembalian kondisi ke semula bagi korban atau pelaku kejahatan secara damai dan kekeluargaan.

“Nah, saat ini kejaksaan telah memiliki regulasi terkait penghentian kasus-kasus khusus agar tidak masuk pengadilan. Tentunya, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi. Yang terpenting adalah adanya perdamaian antara dua pihak yang berperkara,” ungkapnya.

Dirinya menambahkan, ukuran penegakan hukum pada masa lalu adalah sebanyak-banyaknya kasus ditangani.

Namun, sekarang paradigma telah berubah yakni, beberapa kasus yang mampu diselesaikan.

“Sekali lagi RJ ini penting karena kedepan peran tokoh masyarakat dan tokoh agama bisa dilibatkan dalam proses mediasi bagaimana kasus bisa selesai di luar persidangan,”jelasnya.

Sementara Bupati Demak Eisti’anah mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Kajari Demak Karena Desa Kalikondang dipercaya sebagai Pilot Project Pembentukan Rumah Restorative Justice (RJ).

Ini merupakan suatu hal yang positif dan luar biasa bagi warga Demak, serta menjadi harapan baru bagi masyarakat dalam menyelesaikan masalah hukum.

Dirinya berharap keberadaan RJ dapat menjadi tempat pelaksanaan mediasi, musyawarah mufakat dan perdamaian untuk penyelesaian masalah, khususnya perkara pidana yang terjadi di masyarakat.

“Semoga dapat membawa kemajuan dan perbaikan di bidang penegakan hukum di wilayah Kabupaten Demak," ucapnya.

Menurutnya, penanganan perkara dapat terselesaikan secara cepat, sederhana dan kekeluargaan dengan menggunakan kearifan lokal yaitu menghidupkan kembali budaya ketimuran musyawarah mufakat yang penuh kekeluargaan. (*)

 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved