Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Guru Berkarya

IKM pada Pembelajaran IPS dengan Projeck Based Learning

Kurikulum Merdeka memberi arahan kepada pendidik dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia melalui pembelajaran dengan model Based Learning.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Sumini SPd, Guru SMPN 3 Kertek Kab Wonosobo 

Oleh: Sumini SPd, Guru SMPN 3 Kertek Kab Wonosobo

PENDIDIKAN merupakan hal yang sangat penting bagi perkembangan suatu negara. Masa depan anak salah satunya dipengaruhi oleh pendidikan yang diberikan kepadanya. Oleh karena itu dibutuhkan pendidikan yang berkualitas.

Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas pendidikan yaitu kualitas proses belajar mengajar. Kegiatan proses belajar mengajar yang di lakukan guru bersama murid harus di laksanakan secara terencana, terarah dan sistematis guna mencapai pendidikan yang berkualitas. Pembelajaran yang inovatif sangat di perlukan untuk menumbuhkan perhatian peserta didik. Proses belajar mengajar yang berkualitas akan meningkatkan hasil belajar peserta didik baik pada aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Seiring hal tersebut, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengeluarkan kebijakan dalam pengembangan Kurikulum Merdeka yang diberikan kepada satuan pendidikan sebagai opsi tambahan dalam rangka melakukan pemulihan pembelajaran selama 2022-2024. Hal ini karena adanya pandemi Covid-19 yang menyebabkan banyaknya kendala dalam proses pembelajaran di satuan pendidikan.

Kurikulum Merdeka sebagai opsi bagi semua satuan pendididkan sebagai upaya perbaikan dan pemulihan pembelajaran pada satuan pendidikan. SMP Negeri 3 Kertek yang terletak di Desa Wringinanom Kecamatan Kertek Kabupaten Wonosobo sebagai salah satu satuan pendidikan di Kabupaten Wonosobo juga dalam proses menerapkan kurikulum Merdeka. Kelebihan dari penerapan kurikulum Merdeka adalah adanya proyek tertentu yang harus dilakukan oleh para peserta didik sehingga dapat membuat mereka menjadi lebih aktif dalam upaya mengeksplorasi diri, selain itu kurikulum ini lebih interaktif dan relevan mengikuti perkembangan zaman.

Kurikulum Merdeka memberi arahan kepada para pendidik dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia melalui pembelajaran dengan model Based Learning. Model pembelajaran kooperatif Projek Based Learning diharap akan lebih menarik dan cocok jika digunakan dalan Proses pembelajaran.

Menurut Afriana (2015:24), Pembelajaran berbasis proyek merupakan model pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (student centre) dan memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik. Pengalaman belajar peserta didik maupun konsep dibangun berdasarkan produk yang dihasilkan dalam proses pembelajaran yang berbasis proyek.

Esensi Projek Based Learning adalah pembelajaran yang bertujuan agar peserta didik dapat mengembangkan pengetahuan dan ketrampilannya melalui proses penyelidikan yang terstruktur dan menghasilkan produk, berbeda dengan pembelajaran tradisional yang umumnya sekedar mendapat teori-teori yang dihafal saja. Dalam pembelajaran peserta didik diinformasikan konsep-konsep dan ketrampilan apa saja yang harus dipelajari dan dikuasai, dari mana konsep-konsep dan ketrampilan tersebut dapat diakses dan tahapan dalam mempelajari dan melatihnya.

Berbekal konsep dan ketrampilan itulah kelompok peserta didik mengerjakan proyek mereka. Jika proyek berhasil diselesaikan, kemudian dipresentasikan sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Yang menjadi target pembelajaran keberhasilan menyelesaikan dan mempresentasikan proyek sesuai dengan kriteria yang ditentukan.

Semakin komplek proyek yang dikerjakan , semakin banyak pula konsep dan ketrampilan yang dipelajari. Efektifitas utama satu proyek interdisipliner yang lebih besar daripada beberapa proyek kecil terletak pada kompetensi peserta didik mengkombinasikan berbagai konsep dan ketrampilan untuk menyelesaikan sebuah masalah yang kompleks. Selain itu penggunaan waktu juga lebih efektif.

Proses pembelajaran yang laksanakan secara terencana, terarah dan sistematis dengan menggunakan projeck Based Learning diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik baik dari aspek sikap, pengetahuan maupun keterampilan dapat meningkat. Dengan bekal pikiran kritis dan kompetensinya mampu menyelesaikan masalah kehidupan yang dihadapi.

Sehingga mampu menjadi manusia yang memiliki profil pelajar Pancasila (beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan beraklak mulia, mandiri, bergotong-royong, berkebhinekaan global, bernalar kritis, kreatif). Project based Learning ternyata dapat memotivasi peserta didik untuk mengikuti pembelajaran. langkah pembelajaran yang sudah terarah dan sistematis, menyebabkan semua peserta didik terlibat langsung dan aktif dalam proses pembelajaran. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved