Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Nasional

Perkenalkan Alinka Hardianti, Pernah Diremehkan Jadi Pembalap Wanita

Alinka Hardianti pembalap wanita berprestasi asal DKI Jakarta yang sudah bertahun-tahun berkecimpung dalam dunia balap mobil. 

Penulis: Imah Masitoh | Editor: m nur huda
Tribunjateng.com/Imah Masitoh
Sosok Alinka Hardianti usai menyelesaikan putaran pertama Kejurnas Slalom 2022 di GOR Satria Purwokerto, Sabtu (18/6/202). 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Alinka Hardianti pembalap wanita berprestasi asal DKI Jakarta yang sudah bertahun-tahun berkecimpung dalam dunia balap mobil. 

Dalam suatu kesempatan ia menceritakan awal mulai ketertarikannya dalam dunia balap mobil yang mayoritas diikuti kalangan pria. 

"Awal mulai karena dari ayah pembalap, sepupu juga pembalap. Setiap weekend diajaknya ke bengkel, sirkuit, latihan," ungkapnya saat ditemui Tribunjateng.com usai putaran pertama Kejurnas Slalom 2022 di GOR Satria Purwokerto, Sabtu (18/6/202). 

Memiliki postur yang tinggi, sejak SD kelas 5 ia belajar menyetir mobil manual hingga mencoba mobil balap. Dari situlah ayahnya melihat potensi dalam dirinya untuk menjadi seorang pembalap. 

"Pertama kali nyobain mobil manual langsung bisa, habis itu langsung bisa pakai mobil balap. Dari situlah ayah tahu jadi diarahin jadi pembalap," ungkapnya. 

Sejak itu ia terus berlatih untuk menjadi seorang pembalap profesional. Sejak kelas 1 SMP ia mulai mengikuti kejuaraan daerah hingga sekarang sudah mengikuti kejuaraan ke berbagai negara. 

"Secara sengaja jadi profesional, jadi hobi, ya jadi bagian dari hidup. Pertama Kejuaraan daerah di Kelapa Gading," tambahnya. 

Menurutnya intensitas latihan yang rutin menjadikannya skill menyetir mengendalikan mobil dengan baik saat berkompetisi. 

"Sering latihan, ada tekad yang kuat. Kelihatannya bagus, cuma pakai gigi satu doang tapi kalau kita ngga seratus persen menekuni pasti rasanya susah," jelasnya. 

Gabung dengan Toyota Gazoo Racing Indonesia sejak 2008 silam, ia sudah mengikuti berbagai kejuaraan baik daerah, nasional, hingga internasional dan mendapat banyak penghargaan. 

"Pernah cuti tahun 2019. Untuk kejuaraan nasional rutin ikut terus dari tahun 2008. Kalau di luar negeri seperti Malaysia, Jepang," ungkapnya. 

Menjadi seorang pembalap latihan fisik seperti olahraga menjadi hal yang dibutuhkan untuk menjaga kebugaran badan. 

Saat menjelang kompetisi setidaknya dua bulan sebelum kejuaraan dirinya mempersiapkan sudah mulai mempersiapkan staminanya. 

"Selain itu latihan konsisten mendekati event juga sudah pasti dilakukan," tambahnya.

Menjadi seorang pembalap profesional, kepandaian dalam membaca medan saat bermain di arena balap juga berpengaruh. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved