Selasa, 21 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Nasional

Geledah Rumah Terduga Teroris di Bima, Densus 88 Sita Buku hingga Senjata Tajam

Tim menyita buku, handphone, dan juga senjata tajam parang. Tim tidak menemukan bahan peledak.

PERSDA NETWORK
Ilustrasi Densus 88 

TRIBUNJATENG.COM, BIMA - Tim Densus 88 Antiteror Polri melakukan penggeledahan rumah terduga teroris, A, di Kota Bima, NTB, pada 19 Juni lalu. 

Tim menyita buku, handphone, dan juga senjata tajam parang.

Tim tidak menemukan bahan peledak.

Baca juga: 3 Terduga Teroris Ditangkap Densus 88 di Bima, 2 di Antaranya Eks Napi Terorisme

"Tidak ada bahan peledak yang disita, itu hoaks," kata Yuni Anita, kakak kandung A yang turut menyaksikan proses penggeledahan, Selasa (21/6/2022).

Yuni menuturkan, parang yang disita tim Densus biasanya digunakan A untuk mengambil pakan ternak. 

Tampak kadang ayam dan kambing milik terduga teroris inisial A
Tampak kadang ayam dan kambing milik terduga teroris inisial A di Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima, Selasa (21/6/2022).

Meski demikian, ia tak menyangkal adiknya itu pernah ditangkap karena dugaan terlibat jaringan terorisme pada 2016 dan dinyatakan bebas murni pada Februari 2020. 

Usai bebas, A difasilitasi keluarganya modal untuk beternak ayam dan kambing.

"Setelah keluar, itu rutinitasnya beternak saja.

Kami juga sering pantau dan dia juga tidak pernah keluar dari wilayah Penatoi," ujar Yuni.

Ia mengaku terkejut melihat penangkapan dan penggeledahan rumah A.

Sebab, selama memantau pergerakan adiknya itu, ia tak melihat gerak-gerik yang mencurigakan, apalagi sampai berkumpul dengan orang-orang yang tergabung dalam kelompok diduga radikal.

Yuni berharap aparat kepolisian bisa memberi penjelasan terkait alasan penangkapan terhadap A, apakah ada kaitan dengan rencana aksi terorisme atau kejahatan lain.

"Kami sampai sekarang belum tahu apa alasan penangkapan A ini, apakah ada rencana mau melakukan aksi atau apa.

Kami sebagai keluarga juga butuh penjelasan," jelasnya.

 
Sementara itu, Ketua RT 03 Kelurahan Penatoi, Darussalam yang turut menyaksikan proses penggeledahan memastikan bahwa tidak ada penyitaan bahan peledak dari tiga terduga teroris tersebut.

Di rumah A, tim Densus hanya menyita buku catatan hasil tulis tangan, HP, dan parang.

Sedangkan di rumah S juga diamankan buku kajian islam, mini tab, dan HP.

Sementara rumah terduga M tidak digeledah karena sedang ada acara aqiqah anak dari saudara kandungnya.

"Disita itu hanya buku kajian, buku hasil tulis tangan, HP dan flashdisk.

Kalau bahan peledak tidak, karena saya menyaksikan langsung proses penggeledahan kemarin," ungkap Darussalam. (*)

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Densus 88 Sita Buku hingga Parang Saat Geledah Rumah Terduga Teroris di Bima"

Baca juga: Terduga Teroris yang Ditangkap Densus 88 di Bima Pernah Rakit Bom Diledakkan di Pos Polisi Poso

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved