Berita Kendal

5 Hewan Meninggal Terpapar PMK, Dinas Pertanian dan Pangan Kendal Butuh 20 ribu Vaksin Hewan

Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Kendal mencatat 623 hewan terpapar penyakin mulut dan kuku (PMK).

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: Catur waskito Edy
istimewa/dpp ldii
Ilustrasi penanganan wabah PMK 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Kendal mencatat 623 hewan terpapar penyakin mulut dan kuku (PMK).

Sebanyak 512 ekor di antaranya dalam tahap pengobatan dan isolasi, sedangkan lima ekor meninggal dengan gejala berat.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kendal, Pandu Rapriat Ronggojati mengatakan, Kabupaten Kendal membutuhkan 20 ribu dosis vaksin hewan untuk menekan penyebaran PMK.

Sasarannya adalah hewan ternak jenis sapi, kerbau, kambing, dan juga domba. 

Dia menyebut, upaya optimal yang sudah dilakukan dalam penanganan PMK di Kabupaten Kendal belum bisa menekan penyebaran virus secara maksimal.

Meskipun, petugas di bidang peternakan sudah terjun langsung ke lokasi-lokasi ditemukannya kasus untuk mengobati, memberikan vitamin dan suplemen secara rutin kepada hewan yang terjangkit PMK.

Pihaknya juga sudah mengimbau kepada petugas dan pemilik hewan ternak agar memisahkan hewan yang terjangkit dengan yang masih sehat.

Supaya tidak terjadi penularan virus secara cepat dalam satu lokasi.

"Vaksinasi sasaran pertama di Sukorejo dengan wilayah zona hijau. Saat ini belum dapat alokasi vaksin hewan dari pemerintah pusat, kebutuhannya mencapai 20 ribu dosis untuk semua populasi hewan ternak yang ada," terangnya, Jumat (24/6/2022).

Pandu menyebut, dari 512 hewan ternak yang masih aktif terpapar PMK tersebar di 43 desa/kelurahan di 13 kecamatan. Terdiri dari 502 ekor sapi dan 10 ekor kerbau.

Dia berharap, masyarakat yang hendak membeli hewan ternak untuk kurban bisa berkonsultasi kepada DPP Kendal. Supaya dapat diarahkan ke wilayah-wilayah zona hijau dari penyebaran PMK.

"Tingkat kesembuhannya cukup tinggi lebih dari 100 kasus, saat ini yang dalam tahap pengobatan hampir sembuh ada 213 hewan," ujarnya.

Bupati Kendal, Dico M Ganinduto menegaskan, penanganan kasus PMK ini terus dilakukan di tingkat peternak dan pedagang. Mulai dari pemberian obat, vitamin, suplemen, dan penanganan isolasi.

Selain itu, kata Dico, pihaknya juga masih menutup semua pasar hewan yang ada di Kabupaten Kendal sampai batas waktu yang belum ditentukan. Meski demikian, dia memastikan, stok hewan kurban masih aman untuk persiapan Hari Raya Iduladha mendatang. 

"Kami pastikan sosialisasi kepada masyarakat, karena hewan yang terjangkit PMK masih aman dikonsumsi dengan meninggalkan bagian yang terpapar. Prinsip, kurang lebih 500 hewan yang masih terjangkit akan kami tangani dan isolasi, dengan harapan tidak semakin meluas," jelasnya. (Sam)

Baca juga: Wali Kota Pekalongan Aaf Serahkan Bantuan Tranportasi untuk Ketua RT RW 

Baca juga: Pelaku UMKM Semarang Ikuti Pelatihan PNM, Dapat NIB dan Jadi Merchant Grab

Baca juga: Nonton TV Online Ini Link Live Streaming PSIS Semarang Vs PSS Sleman Piala Presiden 2022

Baca juga: Cara Urus Pindah KK Kartu Keluarga Kota Bandung Secara Online Dipakai untuk PPDB

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved