Selasa, 7 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Pekalongan

100 Anak Ikuti Khitan Massal di Kabupaten Pekalongan

Ratusan anak di Kabupaten Pekalongan mengikuti khitanan massal yang digelar Banznas.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Indra Dwi Purnomo
Anak-anak saat khitanan massal di aula Banznas Kabupaten Pekalongan. 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Ratusan anak di Kabupaten Pekalongan mengikuti khitanan massal, yang digelar di aula Kantor Banznas Kabupaten Pekalongan, Senin (27/6/2022).

Ketua Baznas Kabupaten Pekalongan, Muhtarom mengatakan, tugas dari instansinya bukan hanya melayani soal zakat. Namun juga, melayani beberapa hal seperti kemanusian, pendidikan, dan kesehatan.

"Khitan massal ini, sebagai be

Anak-anak saat khitanan massal di aula Banznas Kabupaten Pekalongan.
Anak-anak saat khitanan massal di aula Banznas Kabupaten Pekalongan. (Tribun Jateng/Indra Dwi Purnomo)

ntuk berbagi kebahagian dan kepedulian terhadap sesama. Kami memberikan pelayanan sunat gratis kepada warga, terutama yang kurang mampu."

"Kegiatan ini tidak dipungut biaya dan gratis," kata Ketua Baznas Kabupaten Pekalongan, Muhtarom kepada Tribunjateng.com.

Menurutnya, dalam kegiatan ini para anak-anak bukan hanya mendapatkan sunat gratis. Namun mereka juga, mendapatkan pakaian, sarung, dan uang saku sebesar Rp 750.000 tiap anak.

"Dengan adanya kegiatan tersebut, paling tidak mereka menjadi tahu apa itu Baznas dan fungsinya."

"Karena selama ini, masyarakat umum belum mengetahui banyak tentang Baznas," ujarnya.

Muhtarom menambahkan, mengenai visi dari Baznas di Kota Santri yakni akan selalu profesional, amanah, dan transparan.

Sedangkan misinya yakni, meningkatkan kesadaran umat untuk berzakat melalui amil zakat dan penghimpunan serta pendayagunaan zakat di Kabupaten Pekalongan sesuai dengan Syari'ah.

"Kemudian memaksimalkan program zakat, dalam menanggulangi kemiskinan khususnya di Kota Santri melalui sinergi dan koordinasi dengan lembaga terkait," tambahnya.

Sementara itu, dr Imam Prasetyo tim medis sunat massal Banznas Kabupaten Pekalongan mengatakan, pelaksanaan sunat sendiri menggunakan metode ring atau cincin, di mana hasilnya sangat rapi.

Selain itu, setelah dikhitan anak anak bisa langsung untuk beraktifitas seperti berjalan, bahkan berlari tanpa merasakan sakit.

''Sekitar tujuh hingga 10 hari setelah dikhitan, mereka diperkiran sudah sembuh,'' katanya.

Arofa (10) warga Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan mengatakan, saat disunat tidak merasakan sakit, hanya seperti digigit semut.

"Kata yang sunat, pakai metode ring. Setelah disunat tidak merasakan sakit dan bisa loncat-loncat," katanya.

Bahkan, habis disunat dikasih baju dan sarung, serta uang.

"Alhamdulillah tidak nangis dan sunatnya tidak sakit," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved