Iduladha Tak Lagi Jadi Momen Peternak di Kampung Kebo Semarang Panen Rezeki
Momen Iduladha tak lagi menjadi momen bagi peternak kerbau di Kota Semarang panen rezeki.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Momen Iduladha tak lagi menjadi momen bagi peternak kerbau di Kota Semarang panen rezeki.
Musababnya, stok kerbau di kampung kebo Semarang juga sudah sangat minim.
Hanya beberapa peternak yang masih bertahan merawat kerbau.
Selain itu, belantik sang perantara jual beli ternak di Kampung kebo sudah meninggal dunia.
"Iya sekarang sudah sepi. Tahun ini saja baru saya yang jual satu ekor kerbau buat kurban haji yang beli orang Krapyak Semarang," papar peternak Kampung Kebo, Juliah (50) kepada Tribunjateng.com,Selasa (28/6/2022).
Kampung kebo setiap Iduladha dahulu memang ada bursa jual beli kerbau.
Para kerbau dipamerkan di depan area kandang kerbau setiap menjelang Iduladha.
Hal itu terakhir dilakukan tahun 2019 atau sebelum pandemi.
Namun selepas belantik meninggal dunia di tahun 2020 kondisinya sudah berbeda.
"Dulu gitu yang beli dari Kudus dan Demak, sekarang tidak gitu saat belantik pak Samian meninggal dunia, sekarang ya tidak ada generasi penerusnya," imbuh Juliah.
Menurutnya, kondisi kampung kebo kian memprihatinkan sebab para peternak sudah tidak ada penerusnya.
Tidak ada kaum muda yang mau beternak kerbau.
Para peternak yang tersisa adalah generasi tua yang sudah berusia 50 tahun ke atas.
"Ya kita tinggal menghabiskan kerbau yang sisa. Mau rawat kerbau ya nanti sekuatnya," terangnya.
Selain tidak ada yang meneruskan, para peternak juga kian sulit mencari pakan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kampung-kebo-semarang-2.jpg)