Berita Nasional

Megawati Soekarnoputri: Siapa yang Berbuat Korupsi, Pecat! Keluarkan dari PDIP!

Megawati Soekarnoputri pun mengancam jika masih ada kader PDIP yang terlibat korupsi, maka ia meminta kader tersebut segera pergi meninggalkan pa

Editor: m nur huda
Youtube Sekretariat Presiden
Megawati Soekarnoputri dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II PDI Perjuangan(PDIP) di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan,dibuka langsung oleh Megawati Soekarnoputri, Selasa (21/6/2022). Megawati Soekarnoputri pun mengancam jika masih ada kader PDIP yang terlibat korupsi, maka ia meminta kader tersebut segera pergi meninggalkan partai. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri memberikan peringatan keras pada seluruh kadernya untuk tidak korupsi.

Menurut Megawati, perbuatan korupsi itu tak hanya mencoreng nama baik keluarga, tapi juga nama baik PDIP sebagai parpol.

Megawati Soekarnoputri pun mengancam jika masih ada kader PDIP yang terlibat korupsi, maka ia meminta kader tersebut segera pergi meninggalkan partai.

Peringatan keras Megawati itu ditayangkan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto lewat sebuah video saat memberi sambutan di acara Politik Cerdas Berintegritas Terpadu (PCB) di Gedung ACLC KPK, Jakarta.

”Betapa malunya kalian itu, seumur hidup di sini tercoreng, anak-istri, kalian enggak kasihan? Enggak kasihan, ya, sama turunan? Saya bilang jangan korupsi, masih aja ada korupsi, get out! Keluar kamu daripada merusak partai kita," kata Megawati dalam penggalan video yang ditayangkan Hasto, Senin (27/6/2022).

Jika peringatan keras itu tak juga diperhatikan kader, Megawati menyatakan tak akan segan memecat langsung mereka yang terbukti melakukan korupsi.

"Siapa berbuat itu (korupsi) pecat! Keluarkan dia dari PDI Perjuangan!" tegas Megawati dalam video itu.

Untuk mencegah hal itu terjadi, Hasto menyebut PDIP memiliki sejumlah terobosan yang coba terus dilakukan. Salah satunya dengan menggelar sekolah partai untuk menanamkan standar moral dan etika yang baik bagi seluruh kader PDIP.

"Pendidikan politik, kaderisasi kepemimpinan PDIP dilakukan untuk melahirkan negarawan dengan standar moral dan etika yang tinggi. Karenanya setiap calon pengurus partai, kepala daerah, dan anggota legislatif wajib mengikuti psikotes dan sekolah partai," ucap Hasto.

Selain aturan internal ketat, PDIP juga menerapkan seleksi ketat bagi para calon kader yang hendak berkiprah di partai.

Ia menegaskan PDIP tak pernah sekalipun memberikan kesempatan bagi para calon atau kader yang diketahui pernah berperkara hukum untuk maju sebagai anggota legislatif atau calon wakil kepala daerah.

"Proses seleksi ketat penugasan kader partai sehingga mereka yang berstatus tersangka korupsi tidak bisa dicalonkan sebagai calon kepala daerah, wakil kepala daerah, dan anggota legislatif," ungkap Hasto.

Hasto memastikan partainya memiliki sistem yang dapat dikatakan cukup baik, khususnya berkaitan dengan upaya menjaga integritas para calon kepala daerah atau calon anggota legislatif dari PDIP.

"Pembangunan integritas, PDIP membangun sistem untuk menjaga integritas dengan menyusun sepaket peraturan. Di antaranya kewajiban pimpinan partai melaporkan kekayaan partai kepada ketua umum, sanksi pemecatan bagi anggota dan kader partai yang tertangkap tangan KPK," kata Hasto.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved