Berita Video
Video Dishub Semarang Ciduk Pak Ogah yang Memukul Kaca Mobil di Wotgandul
Dinas Perhubungan Kota Semarang membekuk pak ogah yang membuat resah pengendara.
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Berikut ini video Dishub Semarang ciduk pak ogah yang memukul kaca mobil di Wotgandul.
Dinas Perhubungan Kota Semarang membekuk pak ogah yang membuat resah pengendara di jembatan simpang Wotgandul.
Pak ogah yang terciduk tersebut bernama Sigit Kartono warga Gabahan. Dia mendadak viral di Media Sosial karena memukul kaca mobil menggunakan tongkatnya.
Kejadian tersebut langsung direspon oleh Dishub Kota Semarang dan mencarinya hingga kediamannya.
Untungnya setelah dibawa ke Pos Dishub Kota Semarang dia hanya diminta membuat surat pernyataan dan mengakui kesalahannya.
Sigit mengaku kejadian tersebut tidak disengajanya. Dia tidak tahu bahwa tongkat yang digunakannya untuk mengatur lalu lintas tersebut mengenai mobil.
"Mungkin saya tidak merasa bersalah. Tapi kalau saya dianggap salah saya terima kalau tongkat saya mengenai kaca mobil," tutur dia saat ditemui tribunjateng.com di pos Dishub Pandanaran, Selasa (28/6/2022).
Dia mengakui bahwa tongkat yang digunakan mengatur lalu lintas terlalu panjang, Dia menuturkan tongkat tersebut stik drum.
"Jadi saya tidak tahu. Sumpah demi Allah saya tidak sengaja," tutur dia.
Menurutnya, di simpang Wonggandul ramai kendaraan sekitar pukul 12.00 dan pukul 16.00. Setiap hari dia hanya beroperasi selama satu jam.
"Sehari saya dapat Rp 40 ribu. Kalau ramai dapat hasilnya Rp 60 hingga Rp 70 ribu. Tapi kalau kerjanya sejam kerja sejam tidak paling dapatnya Rp 50 ribu," ujar pria berprofesi sebagai buruh bangunan.
Ia meminta maaf kepada pengendara yang mobilnya terkena tongkatnya. Dia mengaku tidak sengaja dan tidak memiliki niat untuk bertingkah anarkis.
"Saya tidak tahu kalau mengenai mobilnya. Saya minta maaf karena saat itu sedang mengatur lalu lintas," tandasnya.
Kabid Pengendalian dan Ketertiban Dinas Perhubungan Kota Semarang, Antonius Haryanto menuturkan kejadian berawal ketika mendapat informasi dari Media Sosial bahwa terdapat Pak Ogah yang melakukan pemaksaan terhadap pengguna jalan. Menurut pengakuan pemilik akun medsos bahwa Pak Ogah memukul mobilnya menggunakan tongkat pengatur.
"Yang bersangkutan kami cari dan kami bawa serta telah melakukan klarifikasi bahwa tidak ada kejadian itu. Mungkin tidak sengaja karena tongkatnya panjang," tutur dia.