Berita Sragen

Tahun Ajaran Baru Berkah bagi Pengusaha Konfeksi di Sragen

Dimulainya tahun ajaran baru bukan hanya disambut gembira oleh siswa dan orang tua.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Khoirul muzaki
Pengusaha konfeksi di Perumahan Taman Asri Kroyo Sragen menjemur seragam sekolah usai disablon, Rabu (29/6/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Dimulainya tahun ajaran baru bukan hanya disambut gembira oleh siswa dan orang tua.

Terlebih sudah lama mereka "terkurung" karena pembelajaran dilaksanakan di rumah atau dalam jaringan (daring).

Tetapi bukan hanya kalangan pendidikan, pengusaha konfeksi pun ikut senang  tahun ajaran baru kali ini sudah mulai normal. 

Normalnya aktivitas pembelajaran di sekolah membuat usaha konfeksi kembali bergeliat. 
Broto, pengusaha konfeksi asal perumahan Taman Asri Kelurahan Kroyo Kecamatan Karangmalang sibuk menyablon kaus. 

Ia tampak bersemangat mengerjakan aktivitas usahanya yang sempat vakum karena pandemi itu. 

"Sudah mulai ada pesanan lagi. Tapi belum  normal seperti sebelum pandemi, " katanya, Rabu (29/6/2022) 

Meski belum banyak, Broto mulai mendapatkan beberapa pesanan untuk pembuatan seragam sekolah.

Ia melayani jasa pembuatan pakaian dan sablon untuk berbagai jenis konfeksi.

Mulanya, sebelum pandemi, usahanya cukup ramai.  Pandemi Covid 19 membuat usahanya drop. Ia juga melihat teman-temannya sesama pengusaha konfeksi di Sragen juga terpuruk.  

Wajar, saat pandemi, aktivitas publik dibatasi, termasuk pembelajaran di sekolah. Sehingga permintaan seragam sekolah berkurang drastis. Berbagai even yang biasanya membutuhkan pakaian seragam, misal senam masal atau acara komunitas juga ditiadakan di masa pandemi. 

Broto yang setiap tahun ajaran baru selalu ramai pesanan, harus gigit jari karena orderan sepi. 

Ia mengatakan, akibat sepi orderan, sebagian pengusaha atau karyawan konfeksi terpaksa banting setir mengambil pekerjaan lain.

"Kalaupun bertahan, biasanya menghabiskan bahan (kain) sisa untuk dibuat masker atau kolor," katanya

Usaha Broto kini mulai bangkit setelah hampir tiga tahun vakum karena pandemi. Hanya ia terkendala modal karena terlalu lama usahanya terhenti. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved