Piala Presiden
PSIS Serius Tatap 8 Besar Piala Presiden, Walau Pramusim, Menang Tetap Harga Mati
Kiprah perjalanan mulus PSIS Semarang di ajang turnamen pramusim Piala Presiden 2022 bakal diuji ketika melakoni laga babak delapan besar
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Kiprah perjalanan mulus PSIS Semarang di ajang turnamen pramusim Piala Presiden 2022 bakal diuji ketika melakoni laga babak delapan besar melawan Bhayangkara FC di Stadion Jatidiri Semarang, Minggu (3/7/2022).
Harap-harap cemas menanti hasil apik melawan Bhayangkara FC sangat ditunggu-tunggu.
Bukan hanya akan memastikan satu tiket lolos ke babak semi final, jika menang melawan Bhayangkara FC maka PSIS mencatatkan rekor mematahkan kutukan selalu gagal menang setiap melawan The Guardian.
Dalam delapan pertemuan sejak musim 2018 di berbagai ajang, PSIS memang sama sekali belum pernah meraih kemenangan.
PSIS dalam masa persiapan menghadapi Bhayangkara FC punya waktu sekitar satu pekan pasca melakoni laga terakhir Grup A Piala Presiden di Stadion Manahan Solo.
Pelatih kepala PSIS, Sergio Alexandre menyebut timnya siap menghadapi pertandingan babak delapan besar.
Dia mengatakan, timnya tetap serius menghadapi pertandingan ini walau sifatnya hanya sebatas turnamen pramusim.
"Target kami adalah bisa meneruskan kualitas, performa yang sama untuk menatap langkah berikutnya dalam turnamen ini.
Kami ingin memberikan yang terbaik," kata Sergi dalam sesi jumpa pers, Sabtu (2/7) sore.
Pelatih asal Brasil ini menyebut, timnya juga sudah melihat rekaman pertandingan Bhayangkara FC sebagai bahan analisa jelang pertemuan kedua tim.
"Menghadapi Bhayangkara FC saya dan tim sudah melakukan analisa juga terkait calon lawan kami yaitu Bhayangkara FC, dan kami juga sudah siapkan tim ini seratus persen untuk siap tempur," ungkapnya.
Dalam pertandingan ini, jika di waktu normal berakhir dengan hasil imbang, maka pertandingan akan langsung dilanjutkan dengan babak adu penalti.
Menurut Sergio, skenario menghadapi hal-hal yang kemungkinan terjadi dalam laa kontra Bhayangkara FC telah disiapkan.
Selama di Grup A, saya sudah menjawab soal target kami di Piala Presiden.
Setiap laga kami akan mencoba yang terbaik dan semoga kami bisa lolos ke babak semi final, dan final.
Kami sudah siap dengan segala situasi, kami sudah lakukan beberapa skenario dalam latihan selama satu minggu ini.
Kami sduah siapkan bagaimana nanti selama 90 menit dan bagaimana jika nanti ada adu penalti," tandasnya.
Sementara itu, bek tengah PSIS Semarang, Alie Sesay menyebut kondisi para pemain sejauh ini sangat baik dan siap untuk bermain.
"Kami semua antusias jadi kami senang karena akan tampil full team," tegasnya.
Akan tampil dihadapan puluhan ribu pendukung, Alie mengaku sudah tidak sabar melihat atmosfer Jatidiri.
Alie menyebut meski belum merasakan langsung, tapi pemain asal Sierra Leone ini sudah melihat melalui tayangan video yang beredar di berbagai platform media sosial.
"Atmosfer Stadion Jatidiri sangat baik, saya sudah lihat di video, dan saya lihat sangat luar biasa apa yang suporter lakukan dalam mendukung kami.
Tentu kehadiran mereka membuat kami akan menambah motivasi kami, dukungan suporter akan membuat kami melakukan yang terbaik," kata Alie.
Sementara itu, pelatih Bhayangkara FC, Widodo C Putro menyebut pihaknya juga siap tempur menghadapi PSIS yang diuntungkan dengan status tuan rumah.
"Kami sudah menyiapkan tim, kami siap melawan PSIS, siap Fight. Kami berharap mendapat nilai yang positif di laga ini," kata WCP, sapaannya.
Dia melanjutkan, calon lawan saat ini sedang tampil impresif terutama dengan kehadiran sejumlah pemain baru.
WCP menilai perubahan yang terjadi di skuad PSIS saat ini menjadikan tim Mahesa Jenar sebagai salah satu lawan yang tangguh.
WCP mengatakan, bukan cuma Taisei Marukawa dan Carlos Fortes yang merubah paradigma tentang performa PSIS, namun juga rekrutan baru lainnya di kubu PSIS.
Apa yang diucapkan WCP boleh jadi benar jika melihat PSIS yang tampil produktif sejauh ini di Piala Presiden.
Bahkan Carlos Fortes merupakan top skor sementara saat ini dengan lima gol. Adapun top assist sejauh ini diduduki winger PSIS Wawan Febrianto.
"Kami sudah tahu memang PSIS berbeda dengan tim yang musim lalu. Mereka saat ini diperkuat Fortes dan Marukawa dan beberapa pemain baru lain. Tapi kami sudah mengevaluasi, mengetahui bagaimana cara meredam mereka," ungkapnya.
Sementara itu, kapten tim Bhayangkara FC, Indra Kahfi mengatakan ia dan rekan-rekannya sudah mendapat arahan bagaimana menjaga pergerakan dua pemain paling berbahaya di kubu PSIS yaitu Marukawa dan Fortes.
"Di Piala Presiden ini Marukawa dan Fortes dia sangat kompak, dia sangat bagus bersama PSIS musim ini dan kita juga sudah dikasih pengertian atau pengetahuan sma pelatih bagaimana cara mengantisipasi mereka. Kami sudah mengantisipasi bagaimana cara menghadapi mereka besok," ungkap Indra Kahfi. (*)
Baca juga: Pahala Mengerjakan Puasa Dzulhijjah Hari Ketiga
Baca juga: Hasil Piala Presiden 2022 - Arema FC Lolos Semifinal, Kalahkan Barito Putera Lewat Adu Pinalti
Baca juga: Diduga Cabuli 3 Bocah, Guru Ngaji di Mojokerto Ditangkap Polisi
Baca juga: Polisi Gagalkan Pengiriman Paket Sabu 1 Kilogram dari Medan ke Semarang