Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Guru Berkarya

Metode Inquiry Mempermudah Siswa Belajar Matematika

Pembelajaran Matematika di sekolah bertujuan untuk membantu siswa dalam berpikir untuk memecahkan masalah sehari-hari yang membutuhkan hitungan.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Saido SPd, Guru SMPN 4 Polokarto Kab Sukoharjo 

Oleh: Saido SPd, Guru SMPN 4 Polokarto Kab Sukoharjo

PEMBELAJARAN Matematika di sekolah bertujuan untuk membantu siswa dalam berpikir untuk memecahkan masalah sehari-hari yang membutuhkan hitungan. Dalam belajar matematika, biasanya siswa memperhatikan langkah-langkah guru dalam menyelesaikan masalah matematika. Dengan demikian, siswa dapat mengerti cara penyelesaian latihan soal matematika.

Pada pembelajaran Inquiry, siswa berinisiatif untuk mengamati dan menanyakan gejala alam, serta mengajukan penjelasan-penjelasan tentang apa yang mereka lihat. Lalu merancang dan melakukan pengujian untuk menunjang atau menentang teori-teori mereka. Tahap lanjutnya adalah menganalisa data, menarik kesimpulan dari data eksperimen serta merancang dan membangun model, atau setiap kontribusi dari kegiatan tersebut di atas.

Menurut Al-Tabani (2014: 147) pembelajaran inquiry merupakan bagian inti dari kegiatan pembelajaran berbasis kontekstual. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa diharapkan bukan hasil mengingat seperangkat fakta, melainkan hasil dari menemukan sendiri. Segitiga dan segiempat merupakan materi matematika yang diajarkan di kelas 7 semester 2 dan merupakan materi esensial yang sangat berhubungan dengan permasalahan kontekstual.

Pada awalnya siswa kelas 7 SMP Negeri 4 Polokarto Kabupaten Sukoharjo mengalami kesulitan dalam memecahkan masalah pada materi segitiga dan segiempat. Padahal soal yang mereka hadapi adalah soal yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari hari. Misalnya menghitung keliling dan luas dari benda benda yang berbentuk segitiga, persegi, persegi panjang, jajar genjang, layang-layang, belah ketupat dan trapesium. Pemulihan pendidikan pasca pandemi covid- 19 yang terjadi saat ini mengharuskan penyesuaian antara kompetensi dasar dengan kondisi anak yang akan diajar.

Dalam penyampaian materi segitiga dan segiempat, penulis menggunakan pembelajaran inquiry. Jerome Bruner, seorang profesor psikologi dan Harvard University di Amerika Serikat, menyatakan beberapa keuntungan pembelajaran inquiry, antara lain sebagai berikut : Pertama, siswa akan mengerti konsep-konsep dasar dan ide-ide lebih baik. Kedua membantu dalam menggunakan ingatan dan transfer pada situasi-situasi proses belajar yang baru. Ketiga, mendorong siswa agar dapat berfikir. Keempat, mendorong siswa untuk berfikir intuitif dan merumuskan hipotesisnya sendiri. Kelima, memberikan kepuasan yang bersifat intrinsik. Keenam, situasi proses belajar menjadi lebih menantang.

Penulis memberikan tugas kepada siswa untuk mencari dan mengumpulkan benda benda di lingkungan sekitar siswa yang berbentuk segitiga dan segiempat. Lalu siswa mengamati benda yang berbentuk segitiga dan segiempat (terdiri dari persegi, persegipanjang, jajar genjang, layang-layang, belah ketupat dan trapesium) yang mereka kumpulkan kemudian menuliskan ciri-ciri atau sifat-sifatnya. Siswa menghitung keliling dan luas dari benda yang berbentuk segitiga dan segiempat yang mereka amati. Tugas yang telah dikerjakan siswa beserta bendanya difoto kemudian dipresentasikan didepan kelas.

Dari hasil pengamatan dan penilaian tugas siswa, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran inquiry dapat memudahkan guru dalam mengidentifikasi kesulitan siswa dalam memahami materi segitiga dan segiempat. Para siswa bisa memahami materi tersebut dengan mudah, Sehingga mereka bisa mendapatkan hasil yang maksimal dalam penilaian harian yang dikerjakan. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved