Berita Tegal
Rayakan Idul Adha 1443 Hijriyah, Polres Tegal Sembelih 4 Sapi dan 27 Kambing
Polres Tegal menggelar penyembelihan hewan kurban di Lapangan Aspol Kalibliruk.
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Merayakan Hari Raya Idul Adha 1443 H, Polres Tegal menggelar penyembelihan hewan kurban di Lapangan Aspol Kalibliruk, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, Minggu (10/7/2022).
Secara simbolis, hewan kurban Polres Tegal diserahkan langsung oleh Kapolres Tegal, AKBP Arie Prasetya Syafa'at, kepad

a pengurus Masjid Agung Kabupaten Tegal, Masjid Nurhidayah Jatilaba Margasari, dan ketua Difabel Slawi Mandiri (DSM).
Menurut Kapolres, pada momentum lebaran Idul Adha kali ini, pihaknya mengajak masyarakat untuk meneladani kisah Nabi Ibrahim sebagai sosok yang mengorbankan sesuatu yang paling ia sayangi.
Sosok tersebut adalah Nabi Ismail yaitu putra dari pada Nabi Ibrahim.
"Dengan meneladani kisah beliau yang telah diberi mukjizat oleh Allah Swt, kita juga sama diperintahkan untuk berkurban di momentum hari Idul Adha. Oleh karenanya, mari manfaatkan momen lebaran untuk meraih keberkahan dan saling berbagi kepada sesama," ungkap Kapolres Tegal, AKBP Arie, dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Minggu (10/7/2022).
Kapolres Tegal menyebut, ada empat ekor sapi dan 27 ekor kambing yang disembelih pada momen Idul Adha tahun ini.
AKBP Arie mengimbau, kepada panitia kurban untuk memprioritaskan masyarakat yang memiliki hak secara penuh menerima daging kurban.
"Satu persatu daging dibagikan dengan antre. Kami dahulukan kepada kaum dhuafa dan benar-benar penerima hak," tegasnya.
Selain berkurban, lanjut Kapolres Tegal, kegiatan kali ini juga diisi pembagian paket sembako sebanyak 50 paket kepada kaum dhuafa.
"Semoga yang menerima dan memberi, mendapat keberkahan," harap Kapolres.
Sementara itu, Kabag SDM Polres Tegal, Kompol Nita Febriyanti, dan juga selaku ketua panitia kurban mengimbau kepada masyarakat untuk memasak daging kurban yang didapatkan dengan matang sebelum dikomsumsi.
"Untuk itu, kami anjurkan untuk merebus daging dulu, baru dibakar, ini dilakukan untuk mencegah virus PMK pada hewan kurban, walaupun tidak berbahaya dan dipastikan hewan kurban dalam kondisi sehat, tapi tidak salahnya untuk antisipasi," imbuh Kompol Nita. (*)