PMK

Wabah PMK Tak Halangi Semangat Desa Pengkok Sragen Berkurban

Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak, nampaknya tidak menyurutkan semangat warga Desa Pengkok, Kecamatan Kedawung.

istimewa
Kepala Desa Pengkok, Sugimin (baju putih) ketika memantau pelaksanaan pemotongan hewan kurban, Minggu (10/7/2022) 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak, nampaknya tidak menyurutkan semangat warga Desa Pengkok, Kecamatan Kedawung, Sragen untuk berkorban.


Bahkan warga lebih suka berkurban sapi dibandingkan kambing. Setidaknya sebanyak 167 ekor sapi dan 67 ekor kambing yang dipotong hari ini, Minggu (10/7/2022).

Kepala Desa Pengkok, Sugimin mengatakan jumlah kurban sapi setiap tahun di desanya itu terus naik. Tahun lalu ada 166 ekor sapi dan 91 ekor kambing.

"Adanya PMK Alhamdulillah tidak menyurutkan warga berkurban sapi. Tahun ini 168 sapi dan 67 ekor kambing," kata Sugimin kepada Tribunajateng.com.

Sapi-sapi tersebut dipotong di 50 titik yang tersebar di 45 RT. Daging kurban ini tidak hanya dinikmati warga Desa Pengkok, melainkan dibagikan ke warga diluar desa yang membutuhkan.

Semangat berkurban warganya, dikatakan Sugimin karena banyak warganya yang merantau ke luar daerah. Sehingga bisa dikatakan kebanyakan warganya tergolong orang mampu.

Terkait wabah PMK, Sugimin mengaku seluruh sapi-sapi dan kambing tersebut dalam keadaan sehat dan memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

Sementara untuk hewan kurban sendiri berasal dari beberapa tempat yakni dari sapi lokal, sapi Madura dan sapi Bali.

Untuk pelaksanaan salat Idul Adha dikatakan Sugimin juga tidak seperti tahun lalu yang hanya dilakukan di setiap masjid. Tahun ini pihaknya sudah melakukan salat di lapangan desa. (uti)

 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved