PMK

Warga Ramai Cuci Jeroan Hewan Kurban di Kaligarang Ungaran, Tak Mikir Wabah PMK

Belasan warga terlihat berada di tepi Sungai Kaligarang, Ungaran, Kabupaten Semarang pada Minggu (10/7/2022) siang.

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Belasan warga terlihat berada di tepi Sungai Kaligarang, Ungaran, Kabupaten Semarang pada Minggu (10/7/2022) siang.

Para warga tersebut mencuci jeroan-jeroan atau organ dalam sapi dan kambing yang telah disembelih pada peringatan Hari Raya Idul Adha 1443 H.

Tampak sejumlah keranjang atau tenggok dipenuhi berbagai jeroan sapi seperti usus, babat, dan lain-lain yang telah dicuci di air sungai setempat.

Dari penuturan warga setempat, Sugiarto, hal ini merupakan kegiatan yang dilakukan rutin setiap tahun setelah penyembelihan.

“Sapi enam ekor, kambing 16 ekor. Tadi kambing sudah selesai sekarang tinggal sapi.

Satu ekor sapi biasanya jeroannya satu keranjang. Kalau kambing satu keranjangnya sekitar 3-4 ekor,” kata Sugiyarto kepada Tribunjateng.com.

Keranjang-keranjang berisi jeroan yang telah dicuci tersebut kemudian dibawa pulang menggunakan mobil pikap.

Sebagai informasi, mencuci jeroan di sungai merupakan hal yang lumrah dan menjadi kebiasaan bagi warga.

Mencuci jeroan di sungai dianggap lebih praktis dan efisien untuk membersihkan jeroan lebih cepat untuk nantinya dimasak dengan berbagai jenis masakan.

Sementara itu, dalam pemberitaan sebelumnya, pihak Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Jateng mengimbau warga untuk tidak mencuci hewan kurban di sungai lantaran salah satu di antara alasannya karena faktor Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang masih merebak.

“Ya nanti Idul Adha disarankan jangan mencuci jeroan di sungai untuk menghindari penyebaran wabah penyakit mulut dan kuku (PMK)," kata Sekretaris Disnakkeswan Jateng, Ignasius Hariyanta Nugraha kepada Tribunjateng.com, Sabtu (25/6/2022) lalu.

Ia menjelaskan, anjuran tersebut hendaknya dilakukan sebab virus PMK dapat bertahan hidup selama 40 jam di air. 

Aliran air sungai tersebut yang mengalir ditakutkan dikonsumsi hewan ternak lain.

"Kemudian air digunakan warga untuk menyiram rumput, lalu rumputnya dimakan ternak," terangnya. 

Ia menyarankan, proses pencucian hewan kurban dilakukan di tempat penampungan.

Tempat itu dapat di luar ruangan, lalu air bekasnya ditampung di bak. 

"Air bekas itu selanjutnya dapat disemprot disinfektan" jelasnya. (*)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved