Jumat, 17 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Banyumas

Bantu Petani Mengusir Hama, Dosen ITTP Ciptakan Teknologi Pengusir Burung 

Hama yang menyerang pada tanaman petani menjadi persoalan yang harus dimusnahkan karena dapat menimbulkan kerugian pada hasil panen petani. 

Penulis: Imah Masitoh | Editor: Catur waskito Edy
Tribunjateng.com/Ist. Humas ITTP
Pemasangan alat pengusir burung pada area persawahan milik petani yang terdapat banyak hama.  

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Hama yang menyerang pada tanaman petani menjadi persoalan yang harus dimusnahkan karena dapat menimbulkan kerugian pada hasil panen petani. 

Hal ini yang menjadikan Fikra Titan Syifa, Dosen Program Studi S1 Teknik Telekomunikasi (TT) IT Telkom Purwokerto yang tergerak untuk menciptakan alat pengusir hama burung untuk area persawahan. 

Area persawahan dipilih menjadi target karena dinilai masih memerlukan penerapan teknologi anti hama. 

Alat ini sudah diperkenalkan kepada petani yang saat itu bertempat di Balai Desa Melung, Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, saat Titan melakukan pengabdian masyarakat.

Sekitar 21 peserta yang tergabung dalam kelompok tani Desa Melung mengikuti pemaparan materi yang disampaikan, hingga praktik langsung. 

“Banyaknya peserta yang hadir pada kegiatan itu membuktikan bahwa topik tersebut dapat disambut baik oleh kelompok tani Desa Melung. 

Mereka berpartisipasi secara langsung dan terlihat sungguh-sungguh dalam mengikuti pelatihan, juga aktif bertanya terkait berbagai hal,” ungkap Titan dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (9/7/2022).

Materi perakitan rangkaian terdiri dari teori sinyal frekuensi (infrasonik dan ultrasonik) pada corong loudspeaker alat pengusir burung, pembacaan rangkaian skematik komponen elektronik untuk membuat alat. 

Sementara proses pemasangan dan pengaturan frekuensi menggunakan IC NE555, pemasangan catu daya menggunakan aki 12 volt, Menghitung jarak titik luas area persawahan, dan Pengenalan komponen elektronika yang digunakan. 

Hasil dari pelatihan ini nantinya petani dapat mengimplementasikan rangkaian alat pengusir burung secara mandiri. 
 
Titan menginisiasi adanya sistem otomasi sebagai jawaban atas keluhan para petani mengenai banyaknya hama yang ada, utamanya hama burung. 

Selain itu ini juga menjadi modernisasi alat pengusir burung sederhana yang selama ini hanya berupa rangkaian kaleng dan tali. 

Titan menciptakan teknologi sistem otomasi dalam bentuk penerapan guna meningkatkan pengetahuan dan kemampuan untuk menggunakan perangkat elektronik, seperti frekuensi akustik pada suara. 

Rancangan model alat pengusir burung menggunakan metode akustik fokus pada pengaturan sinyal suara pada amplitudo tertentu dengan frekuensi pada daerah infra-sonic. 

Infra-sonic sendiri yaitu daerah frekuensi audibel dimana suara masih dapat didengar oleh telinga manusia. 

Kemudian transonic, yaitu peralihan dari suara audibel ke suara frekuensi tinggi yang hampir mulai tidak terdengar oleh telinga manusia maupun ultrasonic. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved