PMK

Insiden Sapi Kurban Semarang Dikira PMK Tak Mampu Jalan, Bikin Heboh RPH Penggaron

Seekor sapi kurban di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Penggaron Semarang sempat diduga terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK).

Tribun Jateng/ Eka Yulianti Fajlin
Pemeriksaan hewan ternak di RPH Penggaron beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Seekor sapi kurban di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Penggaron Semarang sempat diduga terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK).

RPH pun bertindak cepat melakukan pemeriksaan.

Hasilnya, sapi tersebut ternyata tidak terpapar PMK

Kepala Unit RPH Penggaron, Ika Nurawati mengatakan, sapi yang diduga terpapar PMK tersebut tidak bisa berjalan.

Namun, setelah diperiksa oleh dokter hewan, sapi itu tidak menunjukan adanya gejala yang mengarah kepada PMK

"Hewannya hanya tidak bisa berjalan, setelah diperiksa oleh dokter hewan ternyata bukan terpapar PMK. Jadi masih aman," terang Ika, Senin (11/7/2022). 

Ika menyatakan, sejauh ini tidak ada hewan kurban yang terjangkit PMK di RPH Penggaron.

Seluruh hewan yang dipotong di RPH sehat dan bebas PMK.

Hanya, dia menemukan adanya cacing hati pada beberapa sapi.

Pihaknya pun langsung membuang hati sapi tersebut karena tidak layak untuk dikonsumsi. 

"Kami buang hati sapi yang terkena cacing hati. Bagian hati sapi tersebut tidak layak dikonsumsi," ungkapnya.   

Pemotongan hewan kurban di RPH Penggaron telah berlangsung sejak Sabtu (9/7/2022).

Ika menyebutkan, total hewan kurban yang disembelih di RPH hingga hari Senin sebanyak 175 ekor sapi dan 40 ekor kambing.

Masih ada 24 ekor sapi dan 10 ekor kambing yang akan dipotong pada Selasa (12/7/2022). 

"Untuk temuan, hewan kurban yang terpapar PMK belum ada. Daging kurban masih aman dikonsumsi," tandasnya.

Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kota Semarang, Hernowo Budo Luhur mengatakan, sejauh ini Dispertan juga tidak menjumpai adanya hewan kurban yang terpapar PMK di sejumlah titik penyembelihan baik di RPH maupun masjid-masjid.

Pihaknya hanya menemukan adanya jeroan yang terkena cacing hati dan paru yang mengalami pnemonia. 

"Tapi secara umum daging kurban layak konsumsi," sambungnya. (eyf) 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved