Kemarahan Bupati Sragen Dipicu Ulah 30 Bidan Desa, Sampai Beri Peringatan Keras

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati tegaskan para bidan desa agar mblabak (tinggal di tempat dinas masing-masing).

Tribun Jateng/ Mahfira Putri Maulani
Seribuan bidan di Kabupaten Sragen ketika mengikuti peringatan HUT ke-71 IBI di Sasana Manggala Sukowati, Selasa (12/7/2022) 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati tegaskan para bidan desa agar mblabak (tinggal di tempat dinas masing-masing).

Dirinya mendapati setidaknya ada 30 bidan yang tidak mblabak.

Yuni sapaan akrabnya itu mengaku akan memanggil para bidan desa tersebut untuk dimintai keterangan. Bahkan dirinya mengancam akan memberi sanksi tegas bagi mereka.

"Saya kembali mengingatkan semua Bidan Desa harus mblabak, agar lebih mudah memberikan pelayanan," kata Yuni ketika berpidato di HUT ke-71 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Sragen, Selasa (12/7/2022).

Yuni mengingatkan hal tersebut merupakan bagian dari janji bidan untuk melayani masyarakat sepenuh hati.

Pihaknya mencatat setidaknya ada 1.406 bidan dan 218 desa

Yuni mengaku telah mempunyai data bidan desa yang tidak mblabak. Dirinya akan memanggil satu persatu bidan untuk dimintai keterangan.

"Saya meminta data kepada DKK data bidan mana yang tidak mblabak atau tidak tinggal di desa tersebut dan akan dipanggil satu persatu untuk dimintai keterangan. Karena itu bagian dari komitmen untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi," tegasnya.

Ditemui usai kegiatan, Yuni mengaku ada sejumlah alasan para bidan tersebut tidak mblabak.

Seperti bidan sudah senior, hingga jarak rumah ke tempat bertugas hanya 2-3 kilometer.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved