Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pasar Batang Gerakkan Program Grebek 1.000 QRIS

Bank Indonesia (BI) terus memperluas akses pembayaran digital melalui melalui penggunaan QR Code Indonesian Standard (QRIS) di pasar-pasar.

Penulis: dina indriani | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Dina Indriani
pembeli saat memanfaatkan layanan transaksi QRIS dengan pedagang di Pasar Batang. 

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Bank Indonesia (BI) terus memperluas akses pembayaran digital melalui melalui penggunaan QR Code Indonesian Standard (QRIS) di pasar-pasar.


Salah satunya di Pasar Induk Batang, metode pembayaran digital menggunakan QRIS telah diterapkan.


"Saat ini sudah ada sekitar 80 pedagang pasar Bayang yang memiliki layanan transaksi layanan QRIS," tutur Ketua Paguyuban Pasar Batang, Anwar Rozikin kepada Tribunjateng.com, Selasa (12/7/2022).


Dikatakannya, saat ini pihaknya tengah  menggerakkan program Grebek 1.000 QRIS di Pasar Batang dibantu BRI.


“Dengan konsep yang sekarang serba digital kita harus menangkap peluang teknologi untuk memudahkan layanan, oni juga jadi sebuah rebranding bahwa pasar tradisional pun bisa beradaptasi dengan perkembangan iptek dengan adanya QRIS," jelasnya.


Diakuinya program tranformasi ini memang terkendala oleh waktu karena banyak diantara pedagang yang masih belum melek perkembangan teknologi.


Sehingga pihak paguyuban dan bank pun intens memberikan literasi keungan dan digital kepada pedagang. 


“QRIS ini jadi salah satu daya tarik untuk kalangan milenial agar mau berbelanja di pasar tradisional, meski begitu di Pasar sendiri banyak pedagang yang sepuh sehingga masih butuh waktu lagi untuk mengenalkan mereka pada program QRIS ini,” imbuhnya.


Kepala KPw Bank Indonesia Tegal, M Taufik Amrozy menjelaskan di Batang sudah ada sekitar 20.971 pengguna layanan QRIS.


Dimana dari jumlah tersebut didominasi pelaku UMKM dan juga pedagang pasar. 


Dikatakannya, QRIS menjadi salah satu solusi digital payment yang dapat diaplikasikan di semua sektor perekonomian. 


Termasuk sektor pasar tradisonal dan pusat perbelanjaan, yang menuntut semuanya harus serba cepat, mudah, murah, dan aman.


"Nantinya transaksi non tunai akan menjadi cara baru transaksi di masyarakat, baik yang berbelanja di Pusat Perbelanjaan pasar tradisional," ujarnya.


 Ke depan pihaknya akan terus memperluas penerapan QRIS pada pasar tradisional dan pusat perbelanjaan di Sampan Raya (Eks Karesidenan Pekalongan).


"Karena dengan QRIS lebih aman tanpa perlu membawa uang tunai, lebih higienis sesuai protokol kesehatan," pungkasnya.(din)

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved