Berita Semarang
PTM Tahun Ajaran Baru, Penjualan Seragam Sekolah Naik hingga 85 Persen
Terpantau toko-toko penyedia seragam sekolah dan perlengkapan sekolah ramai diserbu pembeli, bahkan saat sekolah sudah aktif masuk 2 hari kemarin.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Mulai diberlakukannya pembelajaran tatap muka (PTM) tahun ajaran baru 2022/2023 ini membawa berkah bagi para penjual perlengkapan sekolah di Kota Semarang.
Terpantau toko-toko penyedia seragam sekolah dan perlengkapan sekolah ramai diserbu pembeli, bahkan saat sekolah sudah aktif masuk 2 hari kemarin.
Toko HA Kadir di Jalan Kauman Semarang misalnya. Pemilik toko, Haris menyebut, seragam di tokonya telah laris diburu pembeli sejak awal bulan lalu.
"Sejak awal Juli (2022) tanggal 1 sampai hari ini Alhamdulillah ramai banget. Dengan kebijakan PTM ini, (penjualan-Red) seragam mengalami peningkatan drastis," katanya, sembari memantau aktivitas di tokonya, Selasa (12/7/2022).
Menurut dia, ramainya warga berburu seragam sekolah ini sudah menjadi tren saat momen tahun ajaran baru. Dalam kondisi normal atau di luar pandemi covid-19, biasanya penjualan akan mengalami peningkatan hingga akhir Juli.
Pada momen saat ini, Haris menuturkan, penjualan seragam sekolah telah meningkat hingga 80 persen. Dalam sehari, ia mampu menjual sekitar 150 setel seragam sekolah mulai SD hingga SMA.
"Peningkatan penjualan antara 80-85 persen dibandingkan dengan sebelumnya. Kondisi (tren meningkat-Red) seperti ini biasanya akan berlangsung sampai akhir Juli," terangnya.
Haris menyebut, dalam kurun waktu tersebut tren permintaan seragam berbeda-beda. Awal Juli hingga saat-saat ini, penjualan paling dominan adalah seragam sekolah untuk anak SD, baik seragam osis maupun pramuka.
Kemudian saat pertengahan bulan hingga akhir bulan, dia menambahkan, permintaan seragam mulai meningkat untuk tingkat SMP dan SMA. "Sekarang seragam yang paling banyak dicari itu seragam untuk anak SD. Kalau dilihat trennya memang begitu, jadi setelah seragam SD, baru SMP dan SMA meningkat," jelasnya.
"Sekarang persentase permintaan seragam sekolah itu SD sebesar 60 persen, SMP sebesar 20 persen, dan SMA sebesar 20 persen. Harapannya minggu-minggu depan naik, karena SMA tidak hanya seragam osis ataupun pramuka, tetapi juga ada jas untuk praktikum. Pasti akan mengalami peningkatan," paparnya.
Terkait dengan konsumen seragam sekolah di tokonya, Haris mengungkapkan, didominasi perorangan. Konsumen lain yakni pesanan baik dari sekolah maupun toko kecil untuk dijual kembali.
"Pembeli di toko kami sekitar 80 persen eceran, sisanya pesanan dan grosiran," tuturnya.
Dengan kondisi ramainya permintaan, Haris mengungkap, sejauh ini stok seragam masih aman. Pihaknya telah menambah penjahit untuk memenuhi permintaan konsumen.
"Alhamdulillah persediaan sampai hari ini masih mencukupi, walaupun ada beberapa nomor (ukuran) yang kosong, tapi Alhamdulillah secara keseluruhan masih tercover. Tiap hari di-restock, dan produksi dipercepat untuk memenuhi kebutuhan customer," terangnya.
Tambah shift
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pembeli-pilih-seragam-sekolah2.jpg)