Pencabulan

Pria Bekasi Sudah Berkeluarga Cabuli Anak Bawah Umur Jepara, Kenal dari Game Online

Polres Jepara menangkap pria asal Bekasi yang mencabuli perempuan bawah umur kenalan dari game online.

istimewa
Kapolres AKBP Warsono saat  konferensi pers di Mapolres Jepara (14/07/2022). Kasus pencabulan perempuan bawah umur oleh pria Bekasi 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Warga Bekasi, berinisial RD (31) resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus pencabulan anak bawah umur.

Pria yang sudah beristri dan mempunyai anak tiga ini telah diduga melakukan tindak pidana persetubuhan/pencabulan terhadap seorang anak berinisial D berumur 15 tahun warga kecamatan Batealit Kabupaten Jepara pada 24 Juni 2022.

"Tersangka RD (31) ini membujuk rayu korban dengan mengiming-imingi akan menikahi anak tersebut", jelas Kapolres AKBP Warsono saat  konferensi pers sore ini di Mapolres Jepara (14/07/2022).

Baca juga: Beredar Foto Terduga Pencabulan Anak Tiri di Cilacap yang Viral pada Komentar Podcast Deddy Cobuzier

Kejadian ini berawal saat perkenalan lewat Main Bareng (Mabar) game online, kemudian saling tukar nomor WA, saat itu tersangka mengaku belum beristri dan korban juga mengaku sudah kuliah semester 2 dan akhirnya tersangka datang ke Jepara untuk menemui korban.

Tiba di Jepara tersangka kemudian menjemput korban ke rumahnya (menunggu tidak jauh dari rumah korban) dan mengajaknya ke hotel yang telah dipesan di wilayah Jepara Kota.

"Saat di hotel mereka sempat main bareng (Mabar) game online hingga akhirnya korban dibujuk tersangka untuk melakukan hubungan suami istri", lanjut Kapolres.

Pada saat hari itu juga orang tua korban mengecek kamar korban, ternyata ia tidak di kamar sehingga keluarga korban berusaha menghubungi dan mencari korban, dan akhirnya keesokan harinya orang tua korban meminta teman dekatnya untuk menghubunginya dan diminta main ke rumahnya.

Tak lama kemudian korban dan tersangka datang, dimana keluarga korban sudah menunggu dan langsung menyerahkannya ke pihak kepolisian untuk diproses lebih lanjut.

Kapolres juga menjelaskan bahwa tersangka RD ini melanggar pasal 81 dan/atau pasal 82 UU No 17/2016 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun.

(hms)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved