Berita Kudus
Proses Pengadaan Alat Kesehatan MRI di RSUD dr Loekmonohadi Kudus, Empat Vendor Sudah Presentasi
RSUD dr Loekmono Hadi tengah melakukan proses pengadaan alat kesehatan Magnetic Resonance Imaging (MRI) senilai Rp 29,5 miliar
Penulis: raka f pujangga | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - RSUD dr Loekmono Hadi tengah melakukan proses pengadaan alat kesehatan Magnetic Resonance Imaging (MRI) senilai Rp 29,5 miliar.
Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi Kabupaten Kudus, Abdul Aziz Achyar menyampaikan, proses pengadaan melalui e-katalog tersebut sampai saat ini masih berjalan.
Sedikitnya terdapat lima vendor yang menyediakan alat kesehatan tersebut, namun satu di antaranya mengundurkan diri sehingga tersisa empat vendor.
"Presentasi masing-masing vendor sudah dilakukan supaya tercipta persaingan yang sehat," ujar dia.
Setiap vendor tersebut presentasi di depan pengguna di antaranya dokter spesialis radiologi.
Sehingga harapannya pengadaan alat kesehatan itu sesuai dengan kebutuhan dari pengguna.
"Jadi saya sendiri tidak terlibat untuk memutuskan alatnya merek apa, semua dari user," jelas dia.
Kendati demikian, kata dia, alat yang dialokasikan dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tersebut juga mempertimbangkan populasi dan ketersediaan servisnya.
Populasi alat kesehatan itu akan memudahkannya untuk melakukan benchmarking.
"Kalau populasi alatnya di Indonesia hanya sedikit ada dua atau tiga saja kenapa. Tentu populasi alat yang banyak digunakan di rumah sakit akan jadi pertimbangan," ujar dia.
Adapun lokasi penyimpan alat tersebut sudah disediakan berada di Gedung Radiologi yang sementara ini masih dimanfaatkan untuk pelayanan USG (ultrasonografi).
Setelah alat datang, pihaknya akan melakukan pengaturan ruangan sesuai dengan kebutuhan alat MRI.
"Setting ruangan, mungkin ada dinding yang harus dijebol menjadi tanggungjawab biaya vendor," ujar dia.
Dia menargetkan, sebelum Desember 2022 alat tersebut sudah datang dan siap dioperasikan untuk melayani kebutuhan pasien.
Saat ini, masing-masing vendor sudah ready stok terhadap sejumlah alat kesehatan tersebut.
"Barangnya ready, jadi kalau sudah pesan satu sampai dua bulan sudah bisa datang," jelasnya.
Keberadaan alat MRI tersebut harapannya dapat membantu dokter dalam menguatkan diagnosis dan menjawab kebutuhan pasien agar cepat sembuh. (raf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Direktur-RSUD-dr-Loekmoupaten-Kudus-Abdul-Aziz-Achyar.jpg)