Badan Otorita Borobudur Kunjungi The New Kemukus

Badan Otorita Borobudur (BOB) melakukan kunjungan ke Kabupaten Sragen, mereka mengunjungi wisata Museum Sangiran dan The New Kemukus.

Tribun Jateng/ Mahfira Putri Maulani
Pintu masuk Obyek Wisata New Gunung Kemukus, Sumberlawang, Sragen, Minggu (17/7/2022) 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melalui Badan Otorita Borobudur (BOB) melakukan kunjungan ke Kabupaten Sragen, mereka mengunjungi wisata Museum Sangiran dan The New Kemukus.

Dalam kunjungan itu, mereka menggandeng kalangan blogger, vlogger, media massa, anggota komunitas Generasi Pesona Indonesia dan pelaku industri pariwisata yang tergabung dalam Asita Yogyakarta.

Mereka sebelumnya telah mengikuti Forum Group Discussion (FGD) di Hotel Surya Sukowati, Mungkung Sragen kemarin. Hari ini mereka melakukan fam trip di dua obyek wisata Sragen tersebut.

Salah satu peserta, Billy Ardani mengatakan Gunung Kemukus sudah banyak berbenah. Dia mengaku pernah berkunjung ke New Kemukus pada 2010 lalu.

"Sudah berkembang lebih baik sebenarnya (New Kemukus) saya sudah sempat kesini 2010, sudah berubah tempatnya lebih tertata. Ada tempat untuk rekreasi keluarga di atas ada makam untuk mendoakan," katanya, Minggu (17/7/2022).

Dirinya berpesan agar masyarakat tetap menjaga seluruh aset yang telah dibangun pemerintah ini agar tetap bagus dan rapi.

Sementara itu bagi Meira yang kali pertama berkunjung mengatakan infrastuktur di New Kemukus sudah luar biasa bagus. Tempat parkir yang luas dan akses jalan yang bagus cukup memikat matanya.

"Setelah saya mendengar beberapa mitos yang sempat berkembang disini infrastruktur sudah luar biasa, aksesibel jalanan lebar, parkiran luas," katanya.

Dirinya hanya menyoroti terkait pengelolaan sampah dan kesadaran pengunjung untuk membuang sampah. Menurutnya perkembangan wisata pasti ada dampak buruknya yakni sampah.

"Yang harus difokuskan lagi itu sampah karena di sini masih belum dikelola dan kesadaran membuang sampah pada tempatnya kurang."

"Tempat wisata yang paling benar-benar diperhatikan adalah bagaimana pengelolaan sampah apalagi semakin banyak yang datang tentu akan semakin banyak sampah," katanya.

Selain itu, salah satu cara menghapus citra negatif menurutnya ialah adanya spot terkait cerita Pangeran Samudro agar masyarakat bisa mengetahui kebenaran dan bukan hanya mitos.

Plt Direktur Pemasaran Pariwisata BOB, Agus Rochiyardi mengatakan saat ini brand image Gunung Kemukus masih negatif dan agak sulit diluruskan.

Pihaknya mendorong agar Pemkab Sragen membuat satu web official yang berisi informasi mengenai Gunung Kemukus. Hal ini perlu dilakukan agar masyarakat bisa mengakses informasi resmi mengenai Gunung Kemukus. (uti)

 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved