Breaking News
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Rusia Bersiap Meningkatkan Serangan ke Ukraina

Menteri Pertahanan Rusia memerintahkan militernya untuk mengintensifkan serangan demi mencegah serangan balik yang dilakukan pasukan Ukraina.

Editor: Vito
AFP
ilustrasi - Tentara Rusia sedang menggelar latihan perang. 

TRIBUNJATENG.COM, KYIV - Pejabat militer Ukraina mengatakan, Rusia sedang bersiap untuk meluncurkan serangan baru ke Ukraina. Selain itu, Moskow juga akan meningkatkan operasi militer untuk melawan pasukan Ukraina yang telah mendapat pasokan senjata dari Barat.

Militer Ukraina mengatakan bahwa Rusia tampaknya sedang menyusun kembali strategi untuk melakukan serangan terhadap Sloviansk, sebuah kota penting yang secara simbolis dikuasai oleh Ukraina di wilayah timur Donetsk.

Dikutip dari Reuters, Senin (18/7), sedikitnya 40 orang telah tewas dalam penembakan yang dilakukan oleh pasukan Rusia di wilayah Sloviansk sejak Kamis (14/7).

Sedangkan 50 roket Grad Rusia telah menghantam kota Nikopol di dekat Sungai Dnipro, yang menewaskan dua orang warga sipil Ukraina.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan, Rusia telah menggunakan lebih dari 3.000 rudal jelajah untuk menyerang berbagai kota di Ukraina hingga saat ini.

Sebelumnya, Zelensky telah memecat kepala badan keamanan domestik Ukraina, Ivan Bakanov, dan Jaksa Agung Iryna Venediktova, setelah mendapati mereka menjalin kerja sama dengan Rusia.

Zelensky mengatakan, lebih dari 60 pejabat dari dua lembaga mereka sekarang bekerja melawan Ukraina di wilayah yang diduduki Rusia, dan 651 kasus pengkhianatan dan kolaborasi telah dibuka terhadap aparat penegak hukum.

"Serangkaian kejahatan terhadap fondasi keamanan nasional negara menimbulkan pertanyaan yang sangat serius bagi para pemimpin terkait," kata Zelensky.

Adapun, Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu memerintahkan militernya untuk mengintensifkan serangan demi mencegah serangan balik yang dilakukan pasukan Ukraina di daerah yang dikuasai Rusia.

Pernyataan Shoigu pada Sabtu (16/7) lalu itu tampaknya merupakan tanggapan langsung terhadap apa yang dikatakan Kyiv sebagai serangan yang berhasil dilakukan terhadap 30 pusat logistik dan amunisi Rusia, menggunakan beberapa sistem peluncur roket yang baru-baru ini dipasok oleh Barat.

Pejabat Ukraina kemudian memberikan pernyataan bahwa Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS) buatan AS telah berhasil membantu pasukan Ukraina melawan serangan dari militer Rusia.

Bahkan, Ukraina dengan pasokan senjata Barat berencana menghancurkan jembatan Krimea. Wilayah Krimea merupakan bagian dari Ukraina yang telah dikuasai Rusia sejak 2014.

Menanggapi hal itu, pemerintah Rusia mengancam Ukraina bila negara tersebut benar-benar menghancurkan jembatan Krimea. Ukraina disebut bakal mendapatkan balasan serangan besar-besaran.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev, saat berbicara dengan veteran Perang Dunia Kedua pada hari Minggu di kota Volgograd.

Mantan Presiden Rusia dari 2008 hingga 2012 tersebut mengeluarkan peringatan mengerikan kepada pihak berwenang di Kiev, yang sebelumnya mengatakan bahwa serangan itu akan terjadi.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved