Pesawat Jatuh di Blora

Lettu Pnb Allan Safitra Kantongi 623 Jam Terbang Khusus Pesawat T50, Laik Terbang Malam Sendiri

Perwira penerbang lulusan AAU tahun 2015 dan Sekolah Penerbang TNI AU tahun 2017 ini, gugur saat melaksanakan tugas latihan terbang malam, Senin (18/7

Editor: m nur huda
Humas Lanud Iswahyudi Madiun
Insiden jatuhnya pesawat tempur TNI AU jenis T-50i Golden Eagle bernomor TT-5009 di Desa Nginggil, Kecamatan Kradenan, Blora Jawa Tengah, menggugurkan Lettu Pnb Allan Safitra Indra Wahyudi. 

TRIBUNJATENG.COM - Insiden jatuhnya pesawat tempur TNI AU jenis T-50i Golden Eagle bernomor TT-5009 di Desa Nginggil, Kecamatan Kradenan, Blora Jawa Tengah, menggugurkan Lettu Pnb Allan Safitra Indra Wahyudi.

Perwira penerbang lulusan AAU tahun 2015 dan Sekolah Penerbang TNI AU tahun 2017 ini, gugur saat melaksanakan tugas latihan terbang malam, Senin (18/7).

Kepergiaanya meninggalkan seorang istri, Dianka Firsta Brestianti, yang dinikahinya 11 bulan yang lalu tepatnya pada 2 Agustus 2021.

Baca juga: Bagian Pesawat T-50i Golden Eagle Ditemukan Warga Dekat Punden Suro Nginggil

Gugurnya Lettu Pnb Allan Safitra Indera Wahyudi menyisakan duka yang mendalam bagi istri, orang tua dan keluarga besar TNI AU.

Kadispen TNI AU, Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah mengatakan, TNI AU kehilangan salah satu perwira terbaiknya.

Indan menyebut, Lettu Pnb Allan merupakan alumni AAU (Akademi Angkatan Udara) tahun 2015.

Setelah lulus AAU, pria kelahiran Jakarta tahun 1992 tersebut melanjutkan pendidikannya ke sekolah penerbang hingga lulus pada tahun 2017.

"Setelah itu tergabung ke Skadron udara 15 wing 3 Lanud Iswahjudi," ujar Indan, Selasa (19/7).

Lettu Pnb Allan mempunyai total 822 jam terbang dan sudah mengantongi 623 jam terbang khusus pesawat T50.

"Kualifikasi adalah wingman dan sudah memiliki tanda jasa Wira Dharma dan Wira Nusa," lanjutnya.

Terakhir kali Lettu Pnb Allan melakukan latihan terbang malam pada 23 Maret 2022.

Menurut Indan, ketika seorang prajurit TNI AU sudah melewati periodisasi terbang malam maka prajurit tersebut tidak diperkenankan untuk menerbangkan pesawat sendiri.

"Kita punya periodesasi terbang malam, dan Lettu Pnb Allan ini laik untuk terbang malam sendiri," tegas Indan.

Ayahanda Lettu Allan juga seorang prajurit TNI AU yaitu Kolonel Kal Mujianto yang menjabat sebagai Pabut HAM Sahli Bid. Sosbudkum HAM & Narkoba Panglima TNI. (kim/tribunmalang/tribun jateng cetak)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved