Pelatihan Menjahit dari DBHCHT
4.800 Peserta Diharapkan Bisa Membuka Lapangan Kerja Baru
Pemkab Kudus gelar 85 pelatihan keterampilan yang akan diikuti 4.800 peserta.
Penulis: raka f pujangga | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menggelar 85 pelatihan keterampilan yang akan diikuti sedikitnya 4.800 peserta.
Pelatihan keterampilan tersebut diperuntukkan bagi buruh rokok, keluarga buruh rokok dan masyarakat lain yang ditentukan.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan UKM (Disnakerperinkop dan UKM) Kabupaten Kudus, Rini Kartika Hadi menjelaskan, pelatihan keterampilan sudah mulai dilaksanakan pada bulan Juli 2022 ini.
"Setelah selesai pelatihan ini, harapannya peserta bisa mendapatkan penghasilan dari sana dan membuka lapangan kerja baru," ujarnya.
Secara bertahap 85 pelatihan akan digelar, dan saat ini sudah mulai dilaksanakan pelatihan tata boga, pelatihan pembuatan roti dan kue, serta pelatihan menjahit pakaian wanita dewasa.
"Bulan Juli ini sudah ada beberapa pelatihan yang dimulai. Karena pendaftaran sudah dilaksanakan pada bulan Juni," kata dia.
Adapun durasinya pelatihannya, sekitar 12 - 22 hari sesuai dengan analisis standar belanja (ASB).
"Biaya sudah ditentukan, fasilitas yang diberikan hanya modul. Karena secara regulasi belum memungkinkan untuk memberikan alat," katanya.
Rini menjelaskan, dari sekian banyak pelatihan yang akan dilaksanakan pada tahun 2022 melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).
Peminat terbesarnya adalah pelatihan menyetir mobil. Pasalnya, setelah lulus peserta juga langsung mendapatkan SIM A.
Pihaknya bekerjasama dengan Satlantas Polres Kudus, sehingga para peserta yang telah lulus pelatihan menyetir mobil bisa langsung mengendarainya di jalan raya.
"Peminatnya memang paling banyak nanti itu setir mobil karena setelah selesai bisa dapat SIM," ujarnya.
Kemudian pelatihan yang belum pernah dilaksanakan pada tahun sebelumnya juga akan digelar.
Satu di antaranya adalah pelatihan pengolahan jamur yang dimasak menjadi beragam kuliner menarik.
"Seperti olahan jamur menjadi kripik jamur. Atau olahan makanan lainnya. Pelatihan itu yang belum ada tahun kemarin," ujarnya.
Menurutnya, pelatihan keterampilan itu harapannya dapat bermanfaat kepada masyarakat dan mengembangkan UKM yang ada di Kabupaten Kudus.
Upaya Pemkab Kudus untuk memajukan UKM juga dilaksanakan dengan pembangunan Omah UKM yang telah dialokasikan sebesar Rp 462 juta melalui APBD 2022.
"Nanti di sana akan dipakai untuk medisplay produk UKM dan juga ada bilik konsultasi untuk UKM dapat berkembang," ujarnya.
Menurutnya, anggaran yang dialokasikan itu akan dipakai untuk merehabilitasi gedung yang sebelumnya dipakai untuk menyimpan barang.
"Anggarannya ini hanya untuk merehabilitasi gedung. Nanti kita lihat layoutnya bisa untuk berapa UKM," ucap dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pserta-pelatihan-menjahit1.jpg)