Jumat, 17 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pertamina Cilacap

Program Mamaku Binaan Pertamina Kilang Cilacap: dari Kampung Pesisir ke Ikon Wisata

Bukan sekadar berdiskusi, mereka sedang merajut harapan, tentang masa depan Kutawaru yang lebih mandiri.

Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
IST/DOK UMP PURWOKERTO
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT - Sejumlah warga di Kutawaru, Cilacap tengah membuat kerajinan dengan memanfaatkan daun. Program Masyarakat Mandiri Kutawaru (Mamaku) binaan Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap kembali diteguhkan sebagai jalan bersama untuk bertumbuh. 

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Pagi yang hangat, pada sebuah ruang sederhana, sejumlah warga, pemangku kepentingan, dan perwakilan berbagai sektor duduk melingkar.

Bukan sekadar berdiskusi, mereka sedang merajut harapan, tentang masa depan Kutawaru yang lebih mandiri.

Melalui Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Kampoeng Kepiting, Sabtu (12/4/2026), Program Masyarakat Mandiri Kutawaru (Mamaku) binaan Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap kembali diteguhkan sebagai jalan bersama untuk bertumbuh.

Baca juga: Terobosan Pertamina Kilang Cilacap Produksi LPG, Melesat lewat Optimalisasi Kilang RFCC

20260417 Pertamina Kilang Cilacap melakukan pemberdayaan masyarakat Kutawaru MAMAKU
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT - Sejumlah warga di Kutawaru, Cilacap memanfaatkan sampah untuk dibuat produk bermanfaat semisal batako dan sebagainya. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Masyarakat Mandiri Kutawaru (Mamaku) binaan Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap.

FGD ini menjadi ruang terbuka, tempat ide, masukan, dan gagasan bertemu, lalu dirangkai menjadi langkah nyata ke depan.

Bagi warga Kelurahan Kutawaru, Kecamatan Cilacap Tengah, Mamaku bukan sekadar program.

Ia adalah titik balik.

Dulu, tak sedikit warga menggantungkan hidup sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau Anak Buah Kapal (ABK), jauh dari keluarga dan penuh ketidakpastian.

Baca juga: Tanam Harapan, Tuai Kemandirian di Program Kalijaran MAPAN Binaan Pertamina Kilang Cilacap

Kini, perlahan keadaan berubah.

Kesempatan itu hadir lebih dekat, di kampung sendiri.

Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap, Agustiawan menyebut, Mamaku sebagai wujud nyata komitmen pemberdayaan yang dibangun bersama masyarakat.

Bahkan, program ini turut mengantarkan raihan PROPER Emas 2025.

“Di dalam Mamaku, ada banyak program unggulan yang terus berkembang. Mulai dari wisata bahari Kampoeng Kepiting, Bank Sampah Abhipraya, pasar mingguan Amarta, hingga P4S Kunang-kunang,” jelasnya.

Ikon Wisata Baru

Namun lebih dari sekadar daftar program, Mamaku adalah cerita tentang perubahan.

Tentang bagaimana masyarakat mulai melihat potensi di sekelilingnya, laut yang dulu biasa saja, kini menjadi daya tarik wisata.

Kepiting yang dahulu sekadar hasil tangkapan, kini diolah menjadi kuliner bernilai ekonomi tinggi.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved