Selasa, 21 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Banyumas

Bulan Dana PMI 2022 Ditarget Galang Dana Kemanusiaan Hingga Rp 1,7 Miliar

PMI Kabupaten Purbalingga mulai mencanangkan kembali Bulan Dana PMI dan Bulan Pelajar Peduli Kemanusiaan Tahun 2022.

Pemkab Purbalingga
Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi dalam acara Musyawarah Kerja PMI Kabupaten Purbalingga, Jumat (22/7/2022) di Gedung OR Graha Adiguna. Bulan dana PMI 2022 ditarget galang dana kemanusiaan hingga Rp 1,7 Miliar.  

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - PMI Kabupaten Purbalingga mulai mencanangkan kembali Bulan Dana PMI dan Bulan Pelajar Peduli Kemanusiaan Tahun 2022.

Penggalangan dana kemanusiaan ini akan berlangsung mulai 1 Juli - 30 September 2022.

Bupati Purbalingga yang juga Ketua PMI Kabupaten Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi menargetkan perolehan Bulan Dana PMI dan Bulan Pelajar Peduli Kemanusiaan kali ini harus lebih baik dari tahun sebelumnya. 

"Tentunya saya harap target yang ditetapkan tahun ini yaitu Rp 1,7 miliar bisa terealisasi.

Bahkan syukur-syukur melebihi," kata Bupati dalam acara Musyawarah Kerja PMI Kabupaten Purbalingga, Jumat (22/7/2022) di Gedung OR Graha Adiguna.

Oleh karena itu, Bupati berharap bantuan dari berbagai pihak, stakeholder mensukseskan bersama-sama Bulan Dana PMI dan Bulan Pelajar Peduli Kemanusiaan tahun 2022 ini. 

Ia menegaskan, hasil perolehannya nanti 100 persen akan dikembalikan kepada masyarakat melalui kegiatan-kegiatan PMI baik di sektor kemanusiaan maupun kebencanaan.

"Pemerintah tidak bisa sendirian, di tengah keterbatasan anggaran akibat pandemi, pemerintah harus bisa merangkul lembaga filantropi seperti PMI, Baznas juga bersama-sama mengentaskan permasalahan kemiskinan yang ada di depan mata," katanya kepada Tribunbanyumas.com, dalam rilis. 

Pada kesempatan ini, Bupati memberi catatan atau evaluasi dari capaian Bulan Dana PMI dan Bulan Pelajar Peduli Kemanusiaan tahun lalu.

Ada sejumlah sektor yang belum tergali maksimal, diantaranya sektor jasa konstruksi, sektor BUMN serta perusahaan atau pabrik-pabrik.

"Untuk sektor yang dikoordinatori DPU PR setiap tahun tidak pernah mencapai target.

Realisasinya minim. 

Padahal kita bicara terkait dengan para jasa konstruksi, kontraktor. 

Apakah DPU PR tidak memberikan informasi dengan rekanan? atau rekanan yang apatis tidak punya sense of humanity? Ini harus dievaluasi," terangnya. 

Kemudian dari sektor perekonomian, Bupati juga mengevaluasi perolehan Bulan Dana PMI khususnya dari BUMN. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved