Berita Regional
Ibu Bunuh Anak 2 Tahun lalu Buang Jasad ke Hutan, Mengaku Kesal karena Korban Tumpahkan Gula
Seorang bocah berusia dua tahun berinisial MYN alias Mikel ditemukan tewas di hutan.
TRIBUNJATENG.COM, KUPANG - Seorang bocah berusia dua tahun berinisial MYN alias Mikel ditemukan tewas di hutan.
Penyidik Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor (Polres) Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengungkap kasus pembunuhan tersebut.
Menurut Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Rote Ndao Aiptu Anam Nurcahyo, Mikel dibunuh oleh ibu kandungnya sendiri AA alias Rince (42) pada Jumat (15/7/2022).
Baca juga: Berawal Masalah Utang Rp11 Juta, Wanita di Jakarta Utara Jual Keponakan yang Masih Bayi Rp30 Juta
Anam menuturkan, alasan Rince membunuh karena merasa kesal dengan perbuatan korban.
"Pelaku ini kesal karena korban menumpahkan gula saat membuat teh," ungkap Anam kepada Kompas.com, Jumat (22/7/2022) pagi.
Rince pun membekap mulut dan mencekik anaknya hingga meninggal dunia.
Karena panik dan takut ketahuan tetangga dan keluarganya, Rince lalu menggendong jenazah anaknya dan membuangnya di hutan yang berjarak sekitar satu kilometer dari rumahnya.
Awalnya, kata Anam, pada 16 Juli 2022, Rince melaporkan kehilangan anaknya ke Polsek Rote Barat.
Usai menerima laporan, polisi lalu menerbitkan surat pencarian orang hilang.
Setelah mayat Mikel ditemukan, polisi yang dipimpin Kepala Satuan Reskrim Polres Rote Ndao Iptu Yeni Setiono, memeriksa saksi-saksi dan melakukan olah tempat kejadian perkara.
Belakangan dari hasil penyelidikan polisi, terungkap bahwa korban ternyata dibunuh ibu kandungnya sendiri.
Rince pun mengakui semua perbuatannya saat diperiksa penyidik Satuan Reskrim Polres Rote Ndao.
Kini, Rince ditahan pasca pemeriksaan oleh penyidik Satreskrim Polres Rote Ndao. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kesal Gara-gara Tumpahkan Gula, IRT Bunuh Anaknya yang Masih 2 Tahun dan Buang Jenazahnya ke Hutan"
Baca juga: Video Detik-detik Evakuasi Bayi Baru Lahir di RS Pelita Anugrah Mranggen saat Kebakaran Pabrik Pupuk