Berita Sragen

Penyalahgunaan Narkoba di Sragen Tahun Lalu Turun, Kini Mulai Naik

Sejak Januari hingga Juli kasus Narkoba di Sragen di angka 37 kasus, 39 tersangka.

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Mahfira Putri Maulani
Kasat Narkoba Polres Sragen AKP Rini Pangestuti ketika memberikan sosialisasi Kampung Tangguh Bebas Narkoba di Balai Desa Suwatu, Kecamatan Tanon, Kamis (21/7/2022) 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Kasat Narkoba Polres Sragen AKP Rini Pangestuti menyampaikan terhitung sejak Januari hingga Juli kasus Narkoba di Sragen sudah diangka 37 kasus dengan 39 tersangka.

Padahal pada 2021, dalam satu tahun ada 47 kasus dengan 53 tersangka. AKP Rini menyampaikan dimungkinkan akan ada kenaikan di tahun ini.

Hal itu disampaikan AKP Rini kepada Tribunjateng.com usai memberikan pencanangan Kampung Tangguh Bebas Narkoba di Balai Desa Suwatu, Kecamatan Tanon.

"Tahun lalu total dalam setahun 47 kasus dengan 53 tersangka. Sekarang sampai dengan Juli 37 dengan 39 tersangka kayaknya meningkat," kata AKP Rini, Kamis (21/7/2022)

AKP Rini melanjutkan trend narkoba memang naik, namun selama Covid-19 tahun lalu turun.
Selain perekonomian di hantam, banyak hiburan yang tutup sehingga bisa jadi kasus narkoba berkurang.

Dia melanjutkan kasus narkoba terlarang di Sragen beranekaragam mulai dari narkoba, ganja, psikotropika, obat-obatan terlarang.

Pada 2021 kasus narkotika ada 21, Gorila 1 kasus dengan barang bukti 2,47 gram, Sabu 20 kasus dengan 40,62 gram, Psikotropika 13 kasus dengan barang bukti 614 butir dan obat-obatan 13 kasus dengan 11.936 pil.

Penyebarannya pun dikatakan Rini sudah menyebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Sragen. Tidak mengenal usia, golongan hingga status pendidikan.

Selain melakukan penindakan, kata Rini pihaknya juga memberikan penyuluhan seperti yang dilakukan di Balai Desa Suwatu ini. Langkah ini dikatakannya sebagai sosialisasi dan pencegahan.

Sementara itu, Kampung Tangguh sendiri di Kabupaten Sragen baru ada dua desa yakni Desa Tanon dan Desa Suwatu. Rini tentu berharap seluruh desa dan kelurahan di Sragen bisa menjadi Kampung Tangguh Bebas Narkoba.

"Tentu kami ingin semua desa di Sragen menjadi Kampung Tangguh, jika semua kecamatan di Sragen Kampung Tangguh saya optimis Narkoba bisa berhenti atau mungkin ke wilayah lain penyebarannya," terangnya.

Berkaca dari Kampung Tangguh Bebas Narkoba sebelumnya, Rini mengaku di Desa Tanon sudah berkurang karena memang terus diawasi.

"Pencegahan Narkoba sebenarnya gerakan dari masyarakat yang menginginkan kampungnya bebas dari Narkoba. Kita hanya sebagai pendorong, mensuport memberi edukasi. Kalau bisa tokoh masyarakat bisa turut serta mendukung dengan gerakan," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved