Berita Pekalongan

Tuntaskan Kemiskinan Ekstrem, Bupati Pekalongan Minta Kerjasama Seluruh Pihak

Kemiskinan ekstrem di Kabupaten Pekalongan perlu mendapatkan perhatian serius.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: sujarwo
Dok. Prokompim Kabupaten Pekalongan
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq saat memberikan sambutan di rakor penanggulangan kemiskinan ekstrem di aula Setda lantai 1. 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Kemiskinan ekstrem di Kabupaten Pekalongan perlu mendapatkan perhatian serta ditanggapi secara cepat dan serius.

Karena, data tahun 2021 dari 10,57 persen kemiskinan di Kabupaten Pekalongan, 4,27 persen di dalamnya masuk kategori ekstrem.

Oleh karena itu, Pemkab Pekalongan akan bergerak cepat untuk mengejar target kemiskinan nol persen pada 2024.

"Saya sudah mengumpulkan berbagai pihak dalam rapat koordinasi penanggulangan kemiskinan ekstrem. Termasuk para camat dan lurah."

"Saya meminta kemiskinan ekstrem itu jadi perhatian serius dan mendapat penanganan yang cepat. 2024, sesuai target pemerintah pusat, kemiskinan itu harus sudah nol persen," kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq saat rilis yang diterima Tribunjateng.com, Jum'at (22/7/2022).

Pihaknya menjelaskan, indikator kemiskinan ekstrem itu di antaranya tidak ada listrik, kesulitan untuk makan setiap hari, rumah tidak layak, air minum tidak terpenuhi, sanitasi tidak layak.

Kemudian pendidikan dan kesehatan tidak layak, tempat tinggal terpencil, akses yang terbatas, serta ketidakmampuan secara finansial.

"Saya meminta Bappeda Litbang bersama para camat dan lurah untuk segera menetapkan data sasaran keluarga miskin ekstrem berdasarkan hasil musyawarah desa atau kelurahan.  Lalu, menyusun program kegiatan, termasuk pemutakhiran data penerima berdasarkan nama dan alamat."

"Memfasilitasi penyediaan lahan perumahan bagi penerima manfaat, serta menyampaikan laporan hasil percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem setiap tiga bulan sekali," jelasnya.

Fadia meminta mitra-mitra Pemkab seperti Baznas, BUMD, bank-bank, dan lainnya untuk menyalurkan program-prgram wirausaha. 

"Karena jika kita beri bantuan bentuk uang tunai, masyarakat tidak bisa memutar untung wirausaha," imbuhnya. 

Sementara itu, Kepala BAPPEDA Kabupaten Pekalongan Trisno Suharsanto mengatakan, upaya penuntasan kemiskinan di Kabupaten Pekalongan menghadapi berbagai tantangan dan hambatan.

"Tantangan dan hambatan tersebut antara lain, masih rendahnya akurasi data kelompok miskin, keterbatasan sumber daya manusia (SDM), serta program lintas antar OPD yang belum optimal," katanya.

Dikatakannya, upaya penghapusan kemiskinan dilakukan melalui upaya multi sinergi dan kolaborasi dengan berbagai strategi.

"Antara lain, bagaimana kita bisa menurunkan beban pengeluaran masyarakat, bagaimana kita bisa meningkatkan pendapatan masyarakat, serta bagaimana kita meminimalkan wilayah kantong kemiskinan," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved