Pembunuhan Berencana di Semarang

Kopda Muslimin Dimakamkan di TPU Trompo Kendal, Mustakim: Saya Capek

Setelah dilakukan prosesi upacara pelepasan jenazah, sejumlah tokoh masyarakat, agama, dan keluarga menyalati jenazah di depan rumah duka.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/SAIFUL MA'SUM
Kondisi saat jenazah Kopda Muslimin sampai di rumah duka Kelurahan Trompo, Kendal, Kamis (28/7/2022) pukul 17.15. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Jenazah Kopda Muslimin sampai di rumah duka Desa Trompo RT 02 RW 01, Kecamatan Kota, Kabupaten Kendal pukul 17.15, Kamis (28/7/2022).

Jenazah dibawa menggunakan mobil ambulans RST Bhakti Wira Tamtama Semarang setelah menjalani autopsi.

Setelah dilakukan prosesi upacara pelepasan jenazah, sejumlah tokoh masyarakat, agama, dan keluarga menyalati jenazah di depan rumah duka.

Baca juga: Hak Kopda Muslimin Sebagai Anggota TNI Sudah Dicabut, Alasan Tak Bisa Dimakamkan Secara Militer

Baca juga: Orangtua Kopda Muslimin di Kendal Sarankan Serahkan Diri ke Polisi, Tapi Suami Rina Pilih Bunuh Diri

Baca juga: Misteri Kematian Kopda Muslimin di Rumah Ortunya di Kendal, Ini Kesaksian Pak RT yang Terkaget-kaget

Baca juga: Sosok Kopda Muslimin di Mata Tetangga Kendal, Terakhir Terlihat Bersama Istri dan Anak di Moment Ini

Kemudian, jenazah dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Kelurahan Trompo sebagaimana adat pemakaman pada umumnya, tanpa menggunakan adat militer. 

Ayah Kopda Muslimin, Mustakim enggan memberikan keterangan terkait meninggalnya putra pertamanya itu. 

"Saya capek," terangnya singkat kepada Tribunjateng.com, Kamis (28/7/2022).

Sementara itu, Wakil Bupati Kendal Windu Suko Basuki menyempatkan hadir bertakziah di rumah duka.

Kondisi saat jenazah Kopda Muslimin sampai di rumah duka Kelurahan Trompo, Kendal, Kamis (28/7/2022) pukul 17.15.
Kondisi saat jenazah Kopda Muslimin sampai di rumah duka Kelurahan Trompo, Kendal, Kamis (28/7/2022) pukul 17.15. (TRIBUN JATENG/SAIFUL MA'SUM)

Basuki menyampaikan rasa belasungkawa kepada keluarga Kopda Muslimin agar tetap tabah dan bersabar. 

Dia juga mendoakan almarhum Kopda Muslimin agar diterima di sisi Allah dan diampuni segala dosa-dosanya. 

"Perkara meninggal itu sudah takdir, itulah jalan almarhum."

"Yang jelas, keluarga meyakini itu sebuah musibah, kapanpun siapapun semua bisa meninggal."

"Semoga bisa mengambil hikmah atas peristiwa ini," tuturnya. (*)

Baca juga: Teror Pecah Kaca Mobil di Kota Semarang, Dua Hari Ada Sembilan Kejadian, Kerugian Bervariasi

Baca juga: Obat Senilai Rp 983 Juta Sudah Kedaluwarsa, DKK Karanganyar: Bantuan Pemprov Jateng

Baca juga: Respon Wacana Vaksin Dosis Empat, DKK Karanganyar: Belum Ada Instruksi Pusat

Baca juga: Ciri-ciri Pria Pencuri Tewas di RSUP dr Kariadi Semarang, Dihajar Satpam Saat Diinterogasi

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved